Buku ini membahas interaksi global dengan berbagai peradaban dunia. India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, dan Barat menjadi bagian penting. Periode kolonial hingga reformasi juga dipaparkan.
Peluncuran buku dilakukan sebagai upaya merawat memori kolektif bangsa. Pemerintah menempatkan sejarah sebagai fondasi jati diri nasional. Akses digital diharapkan memperkuat fungsi tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Klarifikasi Fadli Zon Menyangkut Tragedi Perkosaan Massal 1998, Singgung Laporan TGPF Kurang Data
Ita Fatia, Aktivis Perempuan Pendamping Korban Pemerkosaan Massal 1998 Diteror, Gara-gara Kritik Fadli Zon? Netizen: Anti Orba tapi...
Enggan Meminta Maaf Atas Penyataannya yang Meragukan Kasus Pemerkosaan Massal pada Kerusuhan Mei 1998, Fadli Zon Persilahkan Masyarakat Beda Pendapat
Viral! Komdigi RI Diduga Minta Takedown Postingan Kritik soal Pernyataan Fadli Zon tentang 1998, Netizen Pertanyakan Etika Pemerintah
6 Fakta Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober, Bertepatan dengan Ultah Prabowo hingga Sosok yang Mengusulkan, Bukan Fadli Zon?