SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pemerintah memperluas jangkauan layanan secara bertahap. Infrastruktur pendukungnya berkembang dalam waktu relatif singkat.
Salah satu penopang utama program ini adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Unit tersebut disiapkan sebagai dapur dan pusat distribusi. Jumlahnya bertambah pesat sepanjang 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebut, di awal tahun ini jumlah SPPG telah mencapai sekitar 19.800 unit. Namun, tidak seluruh unit tersebut sudah beroperasi penuh.
Dalam peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, Dadan menyoroti lonjakan implementasi program. Program Makan Bergizi Gratis dimulai secara terbatas pada awal 2025.
Pada 6 Januari 2025, program tersebut baru didukung 190 SPPG. Saat itu, penerima manfaat tercatat sekitar 570 ribu orang. Angka tersebut menjadi titik awal perluasan nasional.
Dadan menyampaikan perkembangan signifikan hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025, jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta. Hari ini sebetulnya jumlah SPPG sudah bertambah menjadi 19.800 tetapi yang melakukan kegiatan serempak itu 19.188,” katanya.
Ia menjelaskan, SPPG yang baru terbentuk belum langsung beroperasi. Proses administrasi dan pendanaan masih harus diselesaikan. Waktu yang dibutuhkan berkisar lima hingga delapan hari.
SPPG yang terbentuk pada Januari akan mulai menjalankan layanan pada tahap berikutnya. “Sehingga yang terbentuk di Januari itu akan mulai kegiatan akhirnya di sesi kedua,” jelasnya.
Menurut Dadan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya strategis pemerintah. Program ini diarahkan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat. Gizi diposisikan sebagai kebutuhan dasar manusia.
Program tersebut menyasar kelompok rentan dan peserta didik. Penerima manfaat meliputi ibu hamil dan ibu menyusui. Balita serta murid dari berbagai jenjang pendidikan juga termasuk sasaran.
Cakupan program dimulai dari pendidikan usia dini. Pelaksanaannya menjangkau hingga jenjang SMA. Layanan diberikan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
Klarifikasi Kepala BGN Dadan Hindayana Konfirmasi Sopir MBG Penabrak Siswa di Cilincing, Bukan Sopir Utama?
Bukan Hanya Sopir, Ini Pihak yang Wajib Bertanggung Jawab Penuh Atas Tragedi Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing Menurut Ahli Hukum
Profil dan Biodata Sopir Mobil MBG yang Tabrak Puluhan Siswa dan Guru SDN 01 Kalibaru Cilincing: Nama, Umur
Update Kondisi Terkini Korban Murid SD Tertabrak Mobil MBG di SDN 1 Kalibaru Cilincing
Inilah Profil dan Biodata Adi Irawan, Sosok Sopir Mobil MBG yang Tabrak Siswa dan Guru SDN 01 Kalibaru, Lengkap dengan Umur