Purbaya menyatakan optimisme terhadap posisi rupiah di pasar saham. Ia juga menyoroti Venezuela yang tidak menjadi pemain utama dalam pasar minyak global, meskipun negara tersebut memiliki cadangan sumber daya dalam jumlah cukup besar.
"Venezuela ini udah nggak aktif di pasar minyak dunia. Kalau mungkin di short run mereka pikir akan turun supply-nya, tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska. Jadi nggak pengaruh ke supply," kata Purbaya.
"Sehingga ke depannya kalau emang dijalankan peningkatan produksinya, ya akan bagus juga untuk harga minyak dan supply minyak dunia," imbuhnya.
Ada beberapa alasan kenapa dampak konflik AS–Venezuela tidak cukup berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia secara besar-besaran.
Lokasi geografis Indonesia yang cukup jauh dari kawasan Amerika Latin menjadi salah satu alasan yang dinilai menguntungkan, sehingga Indonesia tidak langsung terdampak dinamika geopolitik di regional tersebut.
"(Venezuela) itu kan jauh dari negara kita. Artinya gini, sekarang antisipasinya bagaimana kita mesti menjaga kekuatan kita, gitu aja," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
5 Fakta di Balik Eskalasi Konflik di Timur Tengah: AS Bela Israel Serang Situs Nuklir Iran, Ultimatum Donald Trump Picu Kekhawatiran Perang Dunia III
Donald Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza, Sebut Sosok Luar Biasa dari Indonesia
Situasi Mencekam di Venezuela Usai Serangan Amerika Serikat, Kemlu RI Pastikan WNI Selamat dan Diminta Tetap Waspada
Indonesia Angkat Suara atas Penangkapan Presiden Venezuela oleh Militer AS, Soroti Ancaman Preseden Berbahaya dalam Tata Dunia Global
AS Kelola Minyak Venezuela Usai Penangkapan Nicolas Maduro, Cuplikan Serial Jack Ryan soal Ancaman Besar Dunia Ramai Disorot: Pesannya Bikin Merinding