Kamis, 4 Juni 2026

Purbaya Kritisi Serangan Militer Amerika, Menkeu Optimis IHSG Rupiah Tetap Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela Pasca Penangkapan Nicolas Maduro

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 7 Januari 2026 | 10:30 WIB
Potret Menkeu Purbaya optimis IHSG Rupiah tetap Aman di tengah konflik AS-Venezuela (Instagram/menkeuri)
Potret Menkeu Purbaya optimis IHSG Rupiah tetap Aman di tengah konflik AS-Venezuela (Instagram/menkeuri)

SketsaNusantara.id - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela masih jadi pusat perhatian publik, termasuk di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS, Donald Trump belum lama ini melancarkan serangan militer ke Ibukota Caracas dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro atas dugaan narkoterorisme pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Aksi militer AS ini memicu perdebatan panas di kancah internasional. Sejumlah tokoh publik di Indonesia mengkritisi hal ini, salah satunya Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Menkeu menilai tindakan AS tersebut memperlihatkan "keanehan" dalam hukum internasional saat ini.

Baca Juga: Kemenlu RI Dorong Jalan Damai atas Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro demi Cegah Eskalasi Konflik Global

Purbaya menyoroti bagaimana sebuah negara kuat seperti AS dapat melancarkan serangan terhadap negara berdaulat tanpa mekanisme pengawasan dari Dewan Keamanan PBB yang kuat.

"Hukum dunia agak aneh sekarang. Kalau kita lihat satu negara bisa menyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa gateway (lolos) dari pengawasan PBB. Jadi PBB-nya emang lemah sekarang," kata Purbaya saat ditemui awak media pada hari Selasa, 6 Januari 2026.

Tindakan semacam ini berpotensi membuka preseden berbahaya bagi hubungan internasional di masa depan, terutama dalam hal prinsip kedaulatan negara.

 

Baca Juga: Operasi Militer AS di Venezuela Picu Kekhawatiran, Pemerintah Pastikan Harga Minyak Indonesia Aman

Meski konflik ini memicu kekhawatiran global, Purbaya menilai kemungkinan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia yang relatif terbatas. 

Ia menjelaskan bahwa dari sisi pasar modal dan nilai tukar, Indonesia sejauh ini belum terlihat mengalami guncangan yang berarti.

Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang cukup stabil, bahkan cenderung menguat dalam beberapa sesi terakhir meskipun konflik geopolitik tengah memanas.

Baca Juga: Anies Baswedan Kecam Invasi Militer AS ke Venezuela yang Berpotensi Mengancam Stabilitas Global, Dino Patti Djalal: Ujian bagi Polugri Indonesia

"Kalau saya lihat sih agak jauh. Kalau anda lihat pasar saham (IHSG) malah naik kan. Jadi market melihat justru sedikit positif, agak aneh sebetulnya. Tapi itu yang dari pasar," ungkap Purbaya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X