Langkah militer ini memicu kecaman internasional termasuk dari negara besar seperti China, Rusia dan Amerika Latin yang menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Banyak pemimpin dari berbagai negara dan organisasi internasional berpendapat bahwa langkah militer AS ini mengancam stabilitas regional dan hukum internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam. Pihaknya menekankan pentingnya penghormatan terhadap Piagam PBB, khususnya prinsip kedaulatan dan penyelesaian konflik melalui mekanisme multilateral.
Kecaman juga datang dari berbagai belahan dunia. Negara-negara Amerika Latin, Afrika, hingga Asia menyuarakan kekhawatiran bahwa tindakan Amerika Serikat dapat menjadi preseden berbahaya.
Di media sosial global, banyak pihak menuding bahwa motif utama di balik intervensi tersebut adalah kepentingan lain mengingat sumber daya alam Venezula yang melimpah.
"Ini sudah termasuk penjajahan terang-terangan, AS merebut paksa sumber daya negara lain, menguasai dan memompa cadangan minyak milik Venezuela, tapi dunia hanya bisa diam saja," komentar salah satu warganet di Instagram.
Alfred de Zayas, mantan Reporter Khusus PBB menyebut agresi militer AS ini merupakan misi yang dilakukan pemerintahan Trump untuk memperoleh keuntungan besar.
"Bukan hanya industri minyak, Venezuela juga amat kaya akan Emas, Lithum dan mineral-mineral lainnya," katanya dikutip dari video wawancara yang diunggah di kanal YouTube Sky News.
Isu ini juga mendapat perhatian publik, termasuk di Indonesia. Warganet ramai menyuarakan kritik terhadap tindakan Amerika Serikat, dengan narasi yang menekankan ketidakadilan global dan standar ganda negara-negara kuat.
Ketegangan AS dengan Venezuela menimbulkan kekhawatiran publik, tak sedikit yang menyebut negara berkembang akan berada dalam posisi rentan ketika memiliki sumber daya strategis, terlebih ketika berhadapan dengan negara adidaya seperti AS.
Anies Baswedan, juga memberikan respons terkait hal ini. Melalui akun X miliknya, Mantan Gubernur Jakarta itu menilai serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan.
"Serangan militer AS terhadap Venezuela Sangat disayangkan karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan dan multilateralisme yang telah lama diperjuangkan Amerika," tulis Anies Baswedan dalam akun X miliknya pada hari Sabtu, 3 Januari 2025.
Artikel Terkait
Trump Bekukan Bantuan HIV: WHO dan Indonesia Siap Hadapi Krisis Kesehatan?
Di Tengah Ancaman Tarif Trump, RI-Jepang Kunci Proyek Rp8 Triliun: PM Kishida Antar Surat Penting untuk Prabowo
Breaking News! Trump Klaim AS Bom 3 Situs Nuklir Iran Termasuk Fordow, Benarkah Perang Melawan Zionis Israel Berakhir?
Calon Walikota Muslim New York, Zohran Mamdani, Kecam Ancaman Penangkapan Trump: 'Ini Serangan terhadap Demokrasi'
Viral! Foto Prabowo di Billboard Zionis Israel Bersama Trump dan Netanyahu, Netizen: Titik Termalu Jadi WNI
Donald Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza, Sebut Sosok Luar Biasa dari Indonesia