“Tolong pisahkan antara personal dengan suku. Kami tidak akan berinteraksi ketika yang diserang itu hanya MADAS, organisasi manapun. Monggo silakan jika ada kesalahan, diproses secara hukum, jangan bawa suku,” ujar Sholeh.
Ia juga meminta M Yasin, salah satu tersangka yang dikabarkan merupakan anggota organisasi MADAS untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya minta kepada saudara Yasin dan Emanuel agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Sholeh lagi.
Dalam video berdurasi 3 menit 47 detik itu, politisi PDI Perjuangan itu juga menghimbau agar masyarakat tidak menyudutkan suku Madura karena kasus nenek Elina.
“Jadi saya harapkan jangan digebyah uyah, jangan diantem kromo, jangan disamaratakan bahwa orang Madura itu mempunyai stigma seperti itu,” ungkapnya.
Ia pun meminta agar warga bersikpa dewasa dalam bertindak dan terus menjaga ketentraman Surabaya.
“Ayo jaga Surabaya bareng,” pungkasnya di akhir video.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Larangan ke Luar Negeri Segera Berakhir, KPK Tetap Optimistis Kasus Dugaan Korupsi Haji Segera Rampung
Komika Mega Salsabila Keluhkan Birokrasi di Kabupaten Tangerang yang Ribet Ketika Mau Urus Surat: Mau Cepat Pakai Pelicin Aja
Apa Itu Work From Mall? Inilah Strategi Pemerintah Menggerakkan Roda Ekonomi di Penghujung 2025
Profil Singkat Sherly Annavita Rahmi, Sosok Perempuan Vokal yang Alami Sejumlah Teror Usai Kritisi Penanganan Banjir Aceh dan Sumatra
Andre Rosiade Tinjau Aset RI di Mekkah, Kampung Haji Indonesia Disiapkan Demi Layanan Terbaik Jemaah