Seleksi nasional terdiri atas dua jalur utama, yakni SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. SPAN-PTKIN merupakan jalur prestasi yang menitikberatkan pada nilai rapor dan portofolio akademik tanpa ujian tertulis. Jalur ini memiliki kuota minimal 20 persen dari total daya tampung.
Sementara itu, UM-PTKIN merupakan jalur tes tertulis berbasis daring yang menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
Jalur ini memiliki kuota minimal 40 persen dan dilaksanakan secara nasional oleh Panitia Nasional PMB PTKIN.
UM-PTKIN diikuti oleh 58 PTKIN dan 1 PTN yang menyelenggarakan program studi keagamaan dengan izin operasional dari Kementerian Agama RI.
Adapun jalur Mandiri dikelola langsung oleh masing-masing PTKIN dengan kuota minimal 30 persen, menyesuaikan kebijakan internal dan kebutuhan institusi.
Kementerian Agama juga mengumumkan secara rinci jadwal tahapan PMB PTKIN 2026.
Untuk jalur SPAN-PTKIN, pendaftaran PDSS (Pendaftaran Santunan Pendidikan) dibuka mulai 5 Januari hingga 7 Februari 2026, disusul pendaftaran siswa pada 11 hingga 28 Februari 2026.
Pengumuman hasil SPAN-PTKIN dijadwalkan pada 7 April 2026, sementara proses daftar ulang dilakukan sesuai jadwal masing-masing PTKIN.
Sementara itu, untuk jalur UM-PTKIN, pendaftaran siswa dibuka mulai 13 April hingga 30 Mei 2026. Pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN dijadwalkan pada 8 hingga 14 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi juga dilakukan pada 7 April 2026, sebagaimana tercantum dalam materi unggahan resmi.
Untuk memudahkan akses informasi dan pendaftaran, Kementerian Agama menyediakan portal resmi PMB PTKIN.
Calon peserta dapat melakukan registrasi akun SPAN-PTKIN melalui span.ptkin.ac.id, registrasi UM-PTKIN melalui um.ptkin.ac.id, serta mengakses informasi umum melalui ptkin.ac.id.
Langkah digitalisasi ini dinilai sebagai upaya memperluas jangkauan informasi sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas proses seleksi mahasiswa baru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sekelompok Orang Diduga Mahasiswa di Bali Gunakan Ambulans untuk Hindari Macet, Netizen: Menurunkan Kepercayaan Publik
Anggota DPD Arya Wedakarna Ngamuk Usai Dapati 7 Mahasiswa di Bali Naik Ambulans Demi Hindari Macet: Kampus Apa Ini?
Temui Senator Arya Wedakarna, 7 Mahasiswa di Bali yang Viral Naik Ambulans Minta Maaf hingga Ungkap Alasan Merekam
Terpilih Aklamasi, Mahasiswa Sastra Indonesia Unej Nahkodai KOPRI Hingga 2026
Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI di UIN KHAS Jember, Disambut Antusias Mahasiswa
UIN KHAS Jember Gelar FGD Evaluasi PBAK 2025 untuk Penguatan Budaya Akademik Mahasiswa