“Panjang jalan alternatif yang tengah dikerjakan mencapai sekitar dua kilometer.” Informasi ini menegaskan skala pekerjaan di lapangan.
BNPB melaporkan pembangunan jalan hampir rampung hingga sore hari. Jalur tersebut dipastikan segera menghubungkan kembali akses antarwilayah.
Konektivitas diharapkan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap.
Untuk mempercepat pekerjaan, BNPB berencana menambah satu unit ekskavator. Alat berat ditempatkan di Desa Kuning, Kecamatan Rikit Gaib.
Ekskavator akan membuka jalur menuju Desa Kuning Kurnia dan Senderen. Pengerjaan dilakukan dari dua arah hingga titik pertemuan.
BNPB menegaskan sinergi dengan TNI menjadi kunci pemulihan pascabencana. Penyediaan air bersih dan akses transportasi terus diprioritaskan.
Dengan langkah tersebut, masyarakat Aceh Utara dan Gayo Lues diharapkan segera bangkit. Pemulihan juga diarahkan untuk meningkatkan ketangguhan wilayah ke depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Saat Warga Masih Terdampak Banjir, Dugaan Tebang Pilih Kayu di Aceh Tamiang Picu Protes dan Ketegangan
Lebih dari 3 Pekan, Desa Sekumur Aceh Tamiang Masih Terputus dan Butuh Akses Darurat
Pramuka Jember Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta untuk Korban Bencana di Sumatra dan Aceh
Air Bersih Langka, Warga Desa Sekumur, Aceh Tamiang Terpaksa Pakai Air Sisa Banjir untuk Makan dan Minum
Sebut Bencana Banjir Lumajang dan Jember Belum Pernah Didatangi Presiden Seperti Halnya Aceh, Dewi Persik Tuai Kritikan: Anda Joged Saja