SketsaNusantara.id - Sudah memasuki hari ke-24 sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatera. Bencana itu melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampaknya masih dirasakan hingga akhir Desember 2025.
Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Banjir besar terjadi pada 17 November 2025. Sejumlah desa mengalami kerusakan parah dan kehilangan akses utama.
Kondisi terkini Desa Sekumur terungkap melalui unggahan video Marlina Usman. Ia merupakan istri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Video tersebut diunggah pada Minggu, 21 Desember 2025.
Baca Juga: Heboh Butiran Emas di Lumpur Pasca Banjir Bandang di Aceh Surut, Warga: Bencana Membawa Berkah
Dalam unggahannya, Marlina menggambarkan kehancuran yang dialami warga. “Semuanya hancur luluh lantak, tak tersisa apapun yang bisa mereka gunakan untuk membangun lagi rumah mereka,” tulisnya. Pernyataan itu menggambarkan kondisi lapangan secara menyeluruh.
Jembatan utama menuju Desa Sekumur hanyut saat banjir bandang. Akibatnya, akses darat ke desa tersebut terputus total. Hingga kini, jembatan belum dapat difungsikan kembali.
Warga yang ingin masuk atau keluar desa harus menyeberangi sungai. Perahu nelayan menjadi satu-satunya alat transportasi. Perjalanan menuju desa membutuhkan waktu berjam-jam dari pusat kota.
Kehilangan rumah memaksa warga tinggal di pengungsian darurat. Tenda yang ada didirikan secara swadaya. Lokasinya berjarak ratusan meter dari bantaran sungai.
Akses menuju tenda masih berlumpur dan sulit dilalui. Kondisi tersebut menyulitkan distribusi bantuan. Warga juga harus berjalan kaki untuk menjangkau tempat pengungsian.
Kebutuhan mendesak warga saat ini adalah tenda layak. Selain itu, mereka membutuhkan air bersih, penerangan, serta sarana ibadah. Fasilitas dasar belum tersedia secara memadai.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Marlina, terdapat sekitar 260 kepala keluarga. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.200 jiwa. Seluruh rumah warga dilaporkan rusak total.
Untuk kebutuhan pangan, bantuan dinilai cukup mencukupi sementara. Seorang warga menyampaikan kondisi logistik harian relatif aman. “Alhamdulillah ada donasi masyarakat, dari luar sana ada bantuan. Misal sembako, Alhamdulillah udah aman,” ujarnya.
Meski demikian, kebutuhan lain masih belum terpenuhi. Perlengkapan ibadah dan akses jalan menjadi perhatian utama. Menjelang bulan puasa, kebutuhan tersebut semakin mendesak.
Artikel Terkait
Salurkan Bantuan 60 Ton, Tangis UAH Pecah Sambangi Korban Terdampak Bencana di Aceh: Setidaknya Tidak Malu di Hadapan Nabi Ketika Pulang Nanti...
Warga Bantu Warga, Masyarakat Ranah Minang Salurkan Bantuan 1 Ton Rendang ke Aceh dan Sumatera Utara, Meski Sama-Sama Terdampak Bencana Banjir
Gas LPG Langka di Aceh Tengah, Warga Takengon Terpaksa Pakai Kayu Hanyut Sebagai Pengganti, Netizen: Kembali ke Bahan Kayu Bakar
Heboh, Masyarakat Aceh Barat Temukan Pasir Bercampur Emas di Halaman Rumah Seorang Warga, Netizen: Jangan Diviralkan!
Heboh! Pria di Aceh Tamiang Temukan Genangan Air Diduga Bercampur Solar, Warga: Sekitar 20 Persen