"Kami menguatkan kompetensi esensial yang harus dipunyai guru kita untuk meningkatkan kualitas siswa dan juga penyelarasan antar tujuan kurikulum pembelajaran dan assessment itu menjadi penanaman kurikulum yang berlaku," ungkapnya.
Untuk itu Toni menyampaikan sejumlah evaluasi berdasarkan analisis awal hasil tes kemampuan akademik.
Bahwa ada learning gap yang sangat besar yang bersifat struktural, kesenjangan sekolah, layar sosial ekonomi serta kondisi satua pendidikan yang bervariasi yang harus segera diperbaiki.
Penurunan ini menjadi "lampu kuning" bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas cara mengajar di kelas, agar siswa tidak hanya sekadar hafal, tapi benar-benar paham.
Untuk itu Toni menegaskan bahwa pemerintah akan berfokus pada penguatan literasi dan numerasi di sekolah, pelatihan guru agar lebih jago mengajarkan cara berpikir kritis, dan mengevaluasi modul belajar agar lebih relevan dengan standar ujian terbaru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jokowi Ungkap Fakta Ijazah SMA Gibran di Singapura, Singgung Pihak di Balik Isu Panjang dan Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembuang Bayi Perempuan di Jember, Masih Berstatus Pelajar SMA?
Flash Back Masa SMA, Ferry Irwandi Ngaku 40 Hari Tak Masuk Sekolah hingga Orang Tua Dipanggil: Di Titik Itu Wali Kelas Saya...
Guru PPKN Pimpin Demo Siswa, Tolak Pelantikan Ulang Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Jember, Ini Alasannya
PIP Cair Bulan November! Siswa SD, SMP, SMA Cek Saldo Rekening Rp1,8 Juta dari BRI dan BNI