Kamis, 4 Juni 2026

Yenny Wahid Ungkap Adanya Tekanan Menteri Terkait Izin Tambang Ormas di Haul Gus Dur ke-16: Saya Mendukung Seruan KH Said Aqil Siroj

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:00 WIB
Yenny Wahid di haul Gus Dur ke 16  (YouTube NU Online)
Yenny Wahid di haul Gus Dur ke 16 (YouTube NU Online)

"Sekarang sudah jelas yang ada di depan mata kita ini adalah mudhorat yang besar yaitu mudhorat perpecahan, ini yang harus jadi prioritas utama kita," tegas putri sulung Gus Dur tersebut.

"Untuk itu saya mendukung seruan KH Said Aqil Siroj yang mengatakan mungkin lebih baik tambang diberikan kembali kepada pemerintah," imbuhnya lagi.

Baca Juga: KPK Akan Periksa PBNU Terkait Dugaan Aliran Rp100 Miliar dari Kasus Mardani H. Maming, Dokumen Audit 2022 Jadi Dasar Penelusuran

Ditegaskan Yenny bahwa ia mendukung seruan untuk mengembalikan izin tambang kepada pemerintah didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap keutuhan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). 

Sebab tak bisa dipungkiri bahwa mengelola tambang oleh ormas dan organisasi keagamaan menimbulkan lebih banyak mudharat yang telah memicu kegaduhan dan keretakan di internal PBNU.

Untuk itu ia lebih setuju NU mengembalikan izin tambang kepada pemerintah dan jika pemerintah memang ingin menyumbang terhadap Ormas maka lebih baik berupa uang saja.

Baca Juga: Membludak, Jamaah Padati Puncak Haul Ke-16 Gus Dur di Tebuireng

Di mana uang bantuan pemerintah tersebut menurut Yenny bisa digunakan untuk membangun sekolah-sekolah, membangun pondok pesantren, rumah sakit dan sebagainya.

Jika bantuan pemerintah terhadap NU yang merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan tak lagi berbentuk tambang maka NU bisa kembali kepada khittah atau garis perjuangan sesungguhnya.

Di mana sebagai organisasi keagamaan, NU tak boleh mengejar keuntungan materiil yang justru membelah pandangan para pengurus dan warga Nahdliyin.

Yang lebih penting lagi, dengan melepaskan izin tambang maka NU akan lepas dari legitimasi kepentingan politik praktis.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube NU Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X