Setelah melakukan pengecekan regulasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan, Pemkot Medan mendapati bahwa prosedur penerimaan bantuan internasional belum dibuka secara resmi untuk bencana tersebut.
Keputusan ini juga diambil untuk menjaga konsistensi kebijakan pemerintah pusat yang ingin mengedepankan kemandirian bangsa dalam menangani musibah domestik.
Sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Rico Waas, bahwa bantuan itu bisa dimanfaatkan untuk hal lain, bantuan tersebut akhirnya oleh pemerintah Arab kemudian diserahkan kepada Muhammadiyah lewat Muhammadiyah Medical Center.
Langkah ini diambil karena bantuan tersebut berasal dari organisasi non-pemerintah (Bulan Sabit Merah UEA).
Sehingga penyalurannya dialihkan melalui organisasi kemasyarakatan di Indonesia agar tetap sampai ke tangan warga yang membutuhkan tanpa melanggar prosedur antar-pemerintah (Government to Government).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Alex Indra Lukman dari Partai Apa? Ini Profil Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang Disorot Gegara Persoalkan Pemanfaatan Kayu Sisa Bencana di Sumatera
Ade Kuswara Kunang Itu Siapa? Intip Profil Bupati Bekasi yang Terjaring OTT KPK, Ternyata Dilabeli Bupati Termuda di Jawa Barat
Ade Kuswara Kunang Anak Siapa? Inilah Profil Orang Tua Bupati Bekasi, Seorang Kepala Desa yang Turut Terjaring OTT KPK
Rezky Aditya Bawa Keluarga Ikut Family Run, Citra Kirana: Proud of You Mas Athar...
HM Kunang Siapanya Ade Kuswara Kunang? Inilah Profil Biodata Kades Sukadami dan Bupati Bekasi yang Terjaring OTT KPK