Ia menyoroti bahwa peran sosial-keagamaan pernah menjadi fondasi organisasi dalam mengelola masyarakat.
Pada masa itu, ia menyebut perbedaan pandangan tidak dikaitkan dengan pengelolaan sumber ekonomi atau kepentingan usaha.
Dalam video tersebut, Mahfud menuturkan kerinduannya terhadap suasana organisasi pada masa sebelumnya. Ia menilai perubahan arah ini memengaruhi suasana internal secara signifikan.
Ia juga menyinggung bahwa banyak pihak kini terlibat dalam urusan yang tidak berkaitan langsung dengan misi awal para ulama. Peralihan fokus tersebut dianggap menjadi salah satu alasan meningkatnya gesekan.
Dalam penjelasannya, Mahfud menyampaikan kritik yang cukup tajam. Ia menggambarkan situasi saat ini dengan istilah yang mencolok dan menimbulkan perhatian publik.
Ia berkata, "Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya. Perusahaan terbatas akhirnya. Antara pemegang saham, betul. Kemudian ada komisaris, ada direksi."
Pernyataan Mahfud juga membuka ruang pembahasan lebih luas mengenai perubahan karakter organisasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Polemik Risalah Syuriyah Dijawab, PBNU Pastikan Tidak Ada Desakan Mundur untuk Ketua Umum
Gus Yahya Tolak Tegas Desakan Mundur dari Syuriyah PBNU Sebagai Ketua Umum, Ini Alasannya
Putri Gus Dur, Alissa Wahid Tanggapi Konflik PBNU Hingga Tuntut Gus Yahya Mundur Sebagai Ketum: Perbedaan Pendapat Itu Rahmat
Sah? Gus Yahya Resmi Dipecat dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Isi Surat Edaran Pemecatan Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum PBNU