Akhmad menambahkan bahwa ekspektasi investasi tetap meningkat. “Sementara itu, kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi kegiatan usaha yang akan membaik ke depan,” ucapnya.
Peningkatan permintaan pada perayaan Natal dan Tahun Baru, serta percepatan belanja pemerintah, menjadi faktor pendukung yang diperhitungkan pelaku usaha.
Secara sektoral, sebagian besar sektor masih berada pada zona ekspansif. Sektor konstruksi berada pada posisi terkuat dengan indeks 112,0. Sektor pertanian juga mencatat akselerasi berkat harga input yang terjangkau dan musim kemarau basah yang mendukung produktivitas.
Sementara itu, sektor pertambangan masih tumbuh meskipun melambat akibat regulasi daerah dan tingginya curah hujan pada beberapa wilayah.
Beberapa sektor lain mengalami perlambatan, seperti industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan. Kondisi tersebut dipengaruhi normalisasi permintaan dan lemahnya daya beli.
Pada saat yang sama, sektor jasa tetap ekspansif seiring kembali normalnya aktivitas pekerja dan pelajar.
Survei dilakukan BRI Research Institute pada 21 September hingga 4 Oktober 2025 dengan melibatkan 7.064 responden UMKM dari 33 provinsi. Nilai indeks di atas 100 menggambarkan persepsi positif lebih dominan.
Dengan prospek ekonomi yang diperkirakan membaik, pelaku UMKM tetap menilai kemampuan pemerintah menjalankan tugas utama berada pada level tinggi, tercermin dari IKP sebesar 121,1.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
BRI Perkuat Gerakan Daur Ulang Lewat RVM di KOPLING 2025, Didukung Menteri UMKM dan Raffi Ahmad
BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan BRI SSMS Rp5,2 Triliun, Dorong Ekspansi Industri Sawit dan Penguatan Agribisnis Nasional
Tabungan Emas Holding Ultra Mikro BRI Melonjak 66,9 Persen, Investasi Rakyat Tembus 13,7 Ton Hingga September 2025
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Tuntaskan Penyaluran 83,2 Persen Kuota KUR 2025 bagi UMKM di Seluruh Indonesia
BRI Manajemen Investasi Resmi Mencatatkan KIK EBA Syariah Senilai Rp1,95 Triliun di Bursa Efek Indonesia