Cara kerja metode ini sederhana namun membutuhkan ketelitian serta pengalaman yang matang. Relawan harus memukul atau menekan kayu secara berulang ke permukaan tanah, menariknya kembali, lalu mengendus aroma yang menempel.
Apabila muncul bau tidak sedap yang kuat, relawan akan memberi tanda pada lokasi tersebut agar proses evakuasi bisa difokuskan di area itu.
Unggahan video ini memantik rasa haru sekaligus kekaguman dari banyak warganet. Kolom komentar dipenuhi simpati, doa, dan apresiasi terhadap perjuangan para relawan yang bekerja langsung di lapangan.
“Semandiri itu yah rakyat disana. Sehat2 pejuang kemanusiaan,” tulis @siregar2019. Komentar ini menunjukkan kekaguman terhadap keberanian relawan yang bekerja tanpa pamrih.
“Ya Allah, mudahkanlah ya Allah,” komentar lain datang dari @frinawulandari12. Kalimat ini menggambarkan kepedihan sekaligus doa agar proses pencarian diberi kemudahan.
Unggahan ini juga menggugah sensitivitas publik soal pembiayaan dan dukungan pemerintah.
“Duit pajak kita ga di anggarkan buat yg ky gini ya?” tulis @aluthf191 yang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat menyoroti kelengkapan sarana tanggap bencana.
Ribuan komentar serupa menunjukkan betapa kuatnya dukungan publik bagi para relawan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana tanah longsor.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Operasi Longsor Cilacap Belum Berakhir, 7 Warga Masih Hilang dan BNPB Pastikan Pencarian Dilakukan Sampai Tuntas
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari
Ahli ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar, Bukan hanya Siklon Tropis Senyar?
Tembok Dapur Warga Kaliwates Ambrol Diterjang Longsor, BPBD Jember Pasang Terpal dan Salurkan Bantuan
Update Data Korban Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, 166 Orang di Sumut Meninggal Dunia
Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera, Pemerintah Utamakan Pemulihan Daerah dan Respons Korban di Tengah Risiko Siklon dan MCC