Kamis, 4 Juni 2026

Metode Tradisional Pencarian Korban Longsor di Magelang Tuai Haru dan Kekaguman Publik

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 Desember 2025 | 12:00 WIB
Relawan menggunakan metode tradisional dengan kayu panjang untuk mendeteksi kemungkinan lokasi korban di bawah material longsoran. (Instagram/ ahmad.sidiq86)
Relawan menggunakan metode tradisional dengan kayu panjang untuk mendeteksi kemungkinan lokasi korban di bawah material longsoran. (Instagram/ ahmad.sidiq86)

SketsaNusantara.id - Sebuah unggahan video di Instagram memperlihatkan proses pencarian korban longsor yang dilakukan para relawan di wilayah Magelang, Cilacap, dan Banjarnegara.

Metode pencarian ini menarik perhatian publik karena menggunakan teknik tradisional yang mengandalkan kepekaan aroma untuk menemukan keberadaan jenazah di bawah material longsoran.

Dilansir SketsaNusantara.id dari video tersebut dibagikan oleh akun @ahmad.sidiq86, yang menampilkan seorang relawan mengenakan helm keselamatan dan seragam lapangan, tengah menancapkan kayu panjang ke permukaan tanah yang dipenuhi lumpur.

Baca Juga: Aktivis Greenpeace Minta 3 Menteri Ini Tanggung Jawab atas Banjir dan Longsor di Sumatra, Iqbal Damanik: Kita Berhak Menggugat

“Salah satu metode yang digunakan relawan Kab Magelang dalam pencarian korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara,” tulis akun @ahmad.sidiq86.

Ia kemudian menjabarkan cara kerja teknik tersebut, yakni dengan menancapkan kayu panjang secara berulang ke area yang diduga merupakan lokasi tertimbunnya korban.

Kayu itu kemudian dicium untuk mendeteksi aroma khas yang menandakan keberadaan jenazah.

Baca Juga: Tragedi Banjir dan Longsor Sumatra Memakan Korban Tewas Capai 441 Jiwa, 292 Ribu Mengungsi, Publik Serukan Kepedulian dan Gerak Cepat Pemerintah

“Ketika stok terhadap lokasi akan menimbulkan aroma bau, terlebih daerah longsor biasanya tanahnya jinak air, sehingga jika menemukan aroma di kayu yang ditancapkan bisa dimungkinkan disitu ada korban,” jelasnya.

Unggahan tersebut ditutup dengan penjelasan bahwa metode ini dipelajari dari seorang praktisi lapangan, metode dari Eyang Gimbal.

Meskipun di era modern banyak metode pencarian korban yang mengandalkan alat berat, sensor, hingga teknologi pendeteksi panas, kenyataannya teknik manual seperti ini masih digunakan pada kondisi tertentu khususnya ketika medan longsor tidak memungkinkan alat berat masuk atau saat area yang terdampak terlalu luas.

Baca Juga: Jumlah Korban Banjir dan Longsor Aceh, Sumbar, Sumut Tembus 442 Orang Meninggal Dunia: Berikut Rinciannya 

Relawan di video terlihat bekerja di area tanah basah yang dipenuhi puing dan material kayu.

Mengingat kondisi tersebut, penggunaan kayu panjang menjadi salah satu upaya tercepat untuk melakukan penelusuran awal, sambil menunggu alat berat atau tim tambahan hadir di lokasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X