Kamis, 4 Juni 2026

Penggudulan Hutan di Sumatera Melonjak Tinggi Tahun 2024, Ratusan Ribu Hektar Hujan Primer Basah Hilang

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 28 November 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi hutan di Sumatera yang gundul (Freepik)
Ilustrasi hutan di Sumatera yang gundul (Freepik)

Dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @perupadata, deforestasi di Sumatera melonjak hingga 173,9 persen di tahun 2024.

Berdasarkan data yang diunggah tanggal 28 November 2025 itu, luas wilayah yang terdeforestasi di Sumatera pada tahun 2023 mencapai 33.331 hektar.

Lalu pada tahun 2024, luas hutan yang beralih fungsi naik hingga 91.248 hektar.

Baca Juga: Bantu Korban Banjir di Medan, Pemilik Warung Ayam Penyet Ini Rela Tutup untuk Bagikan 700 Porsi, Netizen Ramai Kirim Doa

Berdasarkan data Global Forest Watch yang merupakan inisiatif World Resources Institute, di  Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ratusan ribu hektar hujan primer basah hilang selama periode 2001-2024.

Lembaga tersebut mencatat, Aceh kehilangan 320.000 hektar hutan primer basahnya dalam periode 2002-2024.

Dalam periode tersebut, Aceh juga kehilangan 860.000 tutupan pohon di wilayah tempat yang dominan menyebabkan deforestasi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari

Senasib dengan Aceh, di Sumatera Barat, sejak tahun 2002-2024 sebanyak 320.000 hektar hutan primer basah hilang.

Sumatera Barat juga kehilangan 79 persen tutupan pohon selama periode 2001-2024 yang 44 persennya terjad idi hutan alam.

Sementara itu, jumlah hutan primer basah yang hilang di Sumatera Utara lebih banyak lagi.

Dalam periode 2002-2024, Sumatera Utara telah kehilangan 390.000 hektar hutan primer basah, serta 1,6 juta hektar tutupan pohon.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @perupadata, globalforestwatch.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X