SketsaNusantara.id - Sejumlah wilayah di Sumatera tengah dilanda bencana banjir dan tanah longsor sejak 21 November 2025 lalu.
Cuaca ekstrim, hujan tanpa henti ditambah Siklon Tropis Senyar menjadi salah satu faktor penyebab banjir kian parah.
Selain itu, kondisi lingkungan dan daerah resapan air di beberapa wilayah juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut.
Hal tersebut diungkap Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Sumatera Utara yang menolak anggapan bahwa banjir dan longsor yang terjadi hanya disebabkan hujan dan faktor cuaca.
Dalam keterangan resminya, Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik menilai, ada peran manusia dalam bencana alam yang menelan puluhan korban tersebut.
Salah satunya lewat keputusan politik serta kebijakan yang mengatasnamakan pembanguan serta ekonomi.
Ia pun meminta pemerintah agar lebih memperhatikan hutan tropis terakhir di Sumatera Utara, yakni ekosistem Batang Toru.
Penggunglan hutan atau deforestasi di Pulau Sumatera sendiri meningkat cukup tajam pada tahun 2024.
Artikel Terkait
Kembali Kritik Pemerintah, Fedi Nuril Minta Prabowo Tindak Tegas Pelaku Perusakan Hutan di Taman Nasional Tesso Nilo
Siapa Wanita Inisial V di Kasus Kematian Diplomat Arya Daru? Temuan Baru Mulai Diungkap Pengacara Keluarga
Arya Daru Pangayunan Disebut 25 Kali Check-In dengan Wanita Inisial V, Nicholay: Kenapa Dia Memesan Hotel?
Sekelompok Orang Diduga Mahasiswa di Bali Gunakan Ambulans untuk Hindari Macet, Netizen: Menurunkan Kepercayaan Publik
Perkuat Pembiasaan Anak Hebat, SMK di Jombang Gelar Workshop Menuju lndonesia Emas 2045
Viral Kreator Madura Joget di Dangdut Academy 7 dengan Lagu Kalimat Tauhid, Indosiar Minta Maaf ke MUI
Temui Senator Arya Wedakarna, 7 Mahasiswa di Bali yang Viral Naik Ambulans Minta Maaf hingga Ungkap Alasan Merekam