SketsaNusantara.id - Indonesia Emas 2045 akan dipenuhi bonus demografi. Jumlah usia produktif akan membludak. Perlu disiapkan sumber daya yang tidak hanya kompeten, tapi juga karakter sebagai anak hebat.
ltu yang terungkap dalam Workshop Dukungan lmplementasi Tujuh Kebiasaan Anak lndonesia Hebat, Jumat 28 November 2025. Berlokasi di SMK Matsna Karim, Desa Bulurejo, Diwek, Jombang, kegiatan diikuti semua guru dan tenaga pendidikan.
Hadir sebagai narasumber Jayat, fasilitator pembelajaran mendalam yang juga pengawas SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang. Juga Mukani, dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk.
Kepala SMK Matsna Karim, Suroso, berharap wawasan peserta bisa lebih luas. "Terutama dalam mendukung pembiasaan tujuh anak hebat di sekolahan sini," ujarnya.
Saat menyampaikan materi, Jayat M.Pd. memaparkan berbagai strategi dalam mengimplementasikan tujuh kebiasaan anak lndonesia hebat. "Baik berupa bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat maupun tidur cepat," ujarnya.
Dia berpesan, dalam implementasi kebiasaan ini murid tetap gembira (enjoyfull). "Dan bisa bermakna bagi kehidupan mereka," pintanya.
Baca Juga: 7 Link Twibbon HUT KORPRi 2025 dengan Beragam Desain Cantik yang Cocok Pajang di Status Media Sosial
Sedangkan Mukani lebih memaparkan berbagai tantangan menjelang lndonesia Emas 2045 nanti. "Tantangan itu menjadi peluang dalam mempersiapkan mereka meraih kesuksesan di bonus demografi," ujarnya.
Dosen pegiat literasi ini menyoroti pentingnya kolaborasi sekolah dengan pihak luar. "Terutama dalam mensukseskan pembiasaan anak hebat ini," pesannya.
Pihak luar, lanjutnya, harus dirangkul dalam mensukseskan gerakan ini. "Terutama pihak walimurid dan masyarakat luas, semua harus bergandengan tangan," imbuhnya.
Peran media, lanjutnya, juga dipandang penting mendukung kesuksesan gerakan pembiasaan ini. "Baik itu media massa, termasuk kekuatan media sosial dalam mempublikasikan praktik baik dari sekolah ini lewat berbagai platform yang ada," pungkasnya.
Selama kegiatan, para peserta antusias mengikuti workshop dengan senang. Tidak jarang berbagai pertanyaan menarik dari peserta dijawab dengan senang oleh kedua narasumber.***
Artikel Terkait
Raih Predikat Cum Laude, Agus Harimurti Yudhoyono Raih Gelar Doktor di UNAIR dengan Disertasi tentang Indonesia Emas