Kamis, 4 Juni 2026

SPPG Desa Lengkong Jember Resmi Beroperasi, Ketua Yayasan BHS: Komitmen Kami Pemenuhan Gizi dan Pemberdayaan

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 22 November 2025 | 16:11 WIB
Ketua Yayasan BHS Yakub Mulyono saat memberikan sambutan. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Ketua Yayasan BHS Yakub Mulyono saat memberikan sambutan. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program makan bergizi bisa segera berjalan dengan optimal, kini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari dan Tegalrejo Kecamatan Mayang siap beroperasi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Bolo Haji Satib (BHS), Yakub Mulyono saat peresmian SPPG di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari, Sabtu 22 November 2025.

"Mulai hari ini SPPG Lengkong Kecamatan Mumbulsari sudah beroperasi, dan siap membantu pemenuhan gizi bagi siswa-siswi," ujarnya.

Baca Juga: Berikan Pelatihan Public Speaking ke Mahasiswa Penerima Beasiswa, UIN KHAS Jember: Modal Hadapi Tantangan Dunia Profesional

Yakub mengatakan, saat ini SPPG Desa Lengkong sudah melayani sekitar 1665 penerima makan bergizi tersebut.

"Hal ini dikarenakan bagian dari kehati-hatian dan strategi dalam memasak secara bertahap. Memang targetnya 2500 porsi, tetapi kini baru 1665 porsi agar bisa dievaluasi dan dikaji berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki," imbuhnya.

Dari total 1665 porsi ini, pihaknya menjelaskan bahwa bisa mencakup 25 sekolah yang berada di tiga desa.

Baca Juga: ​Tekad Jadikan Jember sebagai Miniature of Indonesia, Pemerintah Rangkul Semua Golongan, Suku dan Agama

"Ini mencakup Desa Mumbulsari, Kawangrejo dan Lengkong. Penentuan lokasi ini merupakan radius yang ditentukan oleh BGN kepada SPPG," ungkapnya.

Yakub juga menegaskan, jika saat ini pemenuhan bahan makanan yang dibutuhkan diambil dari masyarakat setempat.

"Untuk kebutuhan bahan bakunya diambil dari UMKM setempat, hal ini menjadi komitmen SPPG untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar," jelasnya.

Baca Juga: Dorong 8 Isu Strategis ke Parlemen, UIN KHAS Jember Paparkan Kebutuhan PTKIN Hadapi Tantangan Global

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa relawan dapur ini diambil dari warga sekitar SPPG yang telah melalui berbagai pelatihan dan standart kerja sesuai regulasi.

"Untuk petugasnya juga kami ambil dari warga setempat, dan telah dibekali pelatihan penjamah dari Dinas Kesehatan serta petugas dari puskesmas setempat agar mampu mengolah bahan sesuai gizi dan terjamin higienisnya," sambungnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X