Minggu, 19 Juli 2026

Semarakkan Festival dan Expo Sapi Jawa Timur 2025, Pemkab Jember Pastikan Hewan Ternak Tak Bawa Penyakit Menular

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:51 WIB
Pengecekan kesehatan sapi. (Dok Puskeswan Bangsalsari)
Pengecekan kesehatan sapi. (Dok Puskeswan Bangsalsari)

SketsaNusantara.id – Festival dan Expo Sapi Jawa Timur 2025 yang akan berlangsung di Jember Sport Garden (JSG) Kabupaten Jember diperkirakan akan menjadi tempat berkumpulnya ratusan sapi unggul dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tentu, Kabupaten Jember perlu mempersiapkan sapi-sapi terbaiknya.

Misalnya, Dokter Hewan Rifki Nugroho, Pengelola Puskeswan Bangsalsari tersebut terlihat antusias saat memeriksa kesehatan sapi di tiga kecamatan yang akan berpartisipasi dalam Festival dan Pameran Sapi Jawa Timur 2025. Kecamatan tersebut meliputi Bangsalsari, Tanggul, dan Semboro.

"Dari ketiga kecamatan ini, ada lima tim yang akan diterjunkan. Alhamdulillah, semua sapi dalam kondisi sehat dan berkualitas," ujarnya ketika dimintai keterangan pada Kamis, 30 September 2025.

Baca Juga: Pemkab Jember Gelontorkan Rp2,7 M untuk Reward Atlet Porprov dan Rp89 Juta untuk Pemenang Tajemtra 2025

Di sisi lain, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, drh.

Henry Kurniawan, menekankan bahwa semua hewan yang akan ikut serta dalam lomba harus sehat. Oleh sebab itu, mereka akan siap melakukan pengawasan.

"Sebelum perlombaan, sapi-sapi itu akan kami periksa. Mengapa? Agar tidak ada sapi yang terinfeksi penyakit menular yang dapat memengaruhi sapi lain selama festival," jelasnya.

Baca Juga: Festival dan Expo Sapi Jatim 2025, Kadispar: Jember Siap Jadi Pusat Wisata Peternakan dan UMKM

Henry menambahkan bahwa ada 108 tenaga dari DKPP yang akan dikerahkan. Ratusan petugas tersebut terdiri dari dokter hewan dan paramedis yang akan bertugas secara bergiliran.

Lebih lanjut, kepada setiap peternak yang akan ikut serta dalam lomba, drh. Henry mengimbau agar mereka menjadi peternak yang bijaksana.

"Pastinya, sapi yang dilombakan sudah divaksin," ujarnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan penyakit.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

 

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X