Lebih lanjut, Badan Geologi KESDM juga mengingatkan bahaya jika terkena paparan awan panas dari muntahan gunung berapi yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
"Awan Panas yang dihasilkan oleh erupsi gunung api dapat membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, saat terjadi erupsi gunung api masyarakat agar segera menjauh dari zona rekomendasi radius bahaya yang sudah dikeluarkan oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM," tutur Humas Badan Geologi ESDM.
"Masyarakat diminta untuk tidak panik tapi waspada dengan mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah setempat. Awan panas atau aliran piroklastik adalah produk erupsi (campuran gas, abu dan batuan vulkanik) yang mengalir super cepat dengan suhu bisa mencapai 1000 derajat C," terangnya.
Sebelumnya, BPBD Jawa Timur mengonfirmasi bahwa Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan amplitodo maksimum jarak luncur mencapai 14 km dari puncak gunung yang disertai angin menuju ke utara.
Pemerintah setempat menetapkan status tanggap darurat dan mengevakuasi warga yang berada di zona merah. Sebagian warga juga terpantau melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari terkena paparan awan panas.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), awan panas muntahan dari gunung berapi tak hanya menimbulkan kerusakan fisik tetapi juga mengandung gas beracun yang berbahaya jika terhirup oleh tubuh.
Paparan awan panas juga bisa menyebabkan luka bakar cukup parah memicu terjadinya iritasi jika terkena kulit.
Debu serta abu vulkanik muntahan gunung berapi juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan sehingga masyarakat yang terdampak diharapkan untuk memakai alat pelindung seperti masker.
Terbaru, warga Lumajang mengabarkan kondisi pasca erupsi Gunung Semeru yang menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat terkena terjangan awan panas.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan agar masyarakat mendapatkan tempat tinggal sementara dan membuka dapur umum di lokasi pengungsian.
Dukungan logistik terus ditingkatkan untuk memastikan kebutuhan pokok warga sekitar semeru terpenuhi. Diketahui ada ratusan warga yang mengungsi di lokasi aman yang berada di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.
Hingga saat ini, pemerintah setempat juga masih melakukan pendataan untuk mengetahui adanya korban luka maupun korban meninggal dunia akibat bencana ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok
Sempat Panik Putrinya Terjebak Erupsi Gunung Lewotobi, Hetty Koes Endang: Punya Feeling Sampai Tak Bisa Tidur
Tak Cukup Informasi Status Gunung Raung, Pendaki Gunung Asal Sidoarjo Ini Sempat Terjebak Erupsi
Waspada Gunung Raung Erupsi, Jalur Pendakian via Kalibaru Banyuwangi Ditutup Sementara, Bagaimana Nasib Pendaki yang Sudah Terlanjur Naik?
Detik-detik Gunung Lewotobi di Flores NTT Erupsi, BNPB Indonesia: Awan Panas Terpantau Menyebar ke Segala Arah
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2000 Meter