SketsaNusantara.id - Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) soroti video viral yang memperlihatkan terjadinya erupsi Gunung Semeru.
Belakangan ini, gunung berapi aktif yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu kembali jadi pusat perhatian publik usai memuntahkan awan panas guguran (APG) pada hari Rabu, 19 November 2025.
Momen tersebut diabadikan warga setempat yang mencuri perhatian publik usai video detik-detik erupsi gunung Semeru beredar luas di aplikasi chat WhatsApp.
Tampak guguran awan panas (APG) meluncur dari puncak menuju ke beberapa titik hingga menerjang ke Jembatan Gladak Perak di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang letaknya hanya beberapa kilometer dari Gunung Semeru.
"Potret erupsi besar Semeru sore ini sudah menyebar ke beberapa titik hingga ke jembatan Gladak Perak. Kondisi gelap tertutup kabut. Mohon doanya, semoga lekas membaik," tulis akun @mountnesia.
Banyak postingan terkait erupsi Semeru yang ramai berseliweran di medsos. Salah satu video yang paling menarik perhatian adalah rekaman warga setempat yang mengambil gambar erupsi dari jarak berbahaya.
Alih-alih menghindar, warga yang melewati jembatan Gladak Perak justru berhenti sejenak dan merekam erupsi gunung Semeru ketika guguran awan panas mulai bergerak mendekat menuju ke wilayah mereka.
Bahkan ada beberapa warga yang memposting video saat berada di tengah kabut asap saat mengabarkan kondisi Jembatan Gladak Perak yang diselimuti kabut pasca erupsi.
Warga sekitar menghimbau agar pengendara menjauh dan sementara ini tak melewati lokasi tersebut karena kondisi sangat gelap dengan jarak pandang terbatas pasca Semeru memuntahkan awan panas.
Video unggahan warga tersebut mendapat perhatian serius dari Badan Geologi ESDM karena aksi tersebut dinilai sangat berbahaya.
Melalui akun media sosial resminya, Badan Geologi ESDM menekankan bahwa status Gunung Semeru yang kini sudah mencapai Level IV (Awas) dan menghimbau warga untuk mengutamakan keselamatan dengan menjauhi radius bahaya.
"Video ini tidak untuk ditiru! Awan panas bukan kabut. Tingkat Aktivitas Gunung Semeru saat ini mencapai Level IV (Awas), dihimbau warga menjauhi radius bahaya, utamakan keselamatan," tulis akun Instagram @badan.geologi dikutip SketsaNusantara.id pada hari Kamis, 20 November 2025.
Artikel Terkait
Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok
Sempat Panik Putrinya Terjebak Erupsi Gunung Lewotobi, Hetty Koes Endang: Punya Feeling Sampai Tak Bisa Tidur
Tak Cukup Informasi Status Gunung Raung, Pendaki Gunung Asal Sidoarjo Ini Sempat Terjebak Erupsi
Waspada Gunung Raung Erupsi, Jalur Pendakian via Kalibaru Banyuwangi Ditutup Sementara, Bagaimana Nasib Pendaki yang Sudah Terlanjur Naik?
Detik-detik Gunung Lewotobi di Flores NTT Erupsi, BNPB Indonesia: Awan Panas Terpantau Menyebar ke Segala Arah
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2000 MeterĀ