Minggu, 19 Juli 2026

16 Hektar Lahan Milik Jusuf Kalla di Makassar Diduga Dirampok Tukang Ikan: Itu Perampokan Namanya

Photo Author
Nahria Sakinatul Jannah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 7 November 2025 | 19:51 WIB
Lahan 16 hektar milik Jusuf Kalla diduga dirampok tukang ikan (YouTube KOMPASTV )
Lahan 16 hektar milik Jusuf Kalla diduga dirampok tukang ikan (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla turun langsung melihat kondisi tanah miliknya yang diduga diserobot orang tak dikenal.

Lahan milik perusahannya itu diduga menjadi korban mafia tanah yang membuat PT Hadji Kalla berkonflik dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Mendengar ada yang tidak beres dengan lahan milik perusahannya, JK langsung mendatangi lokasi yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Baca Juga: Geger! Ledakan Diduga dari Dalam Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, 54 Orang Jadi Korban

Pada kunjungan tersebut, JK terlihat sangat marah lantaran lahan yang telah ia miliki selama puluhan tahun tiba-tiba diusik pihak lain.

Didampingi oleh CEO PT Hadji Kalla, Solihin Kalla bertemu dengan penjaga lahan guna melihat proyek di tanah miliknya.

Diketahui bahwa tanah milik Jusuf Kalla itu memiliki luas 164 meter persegi yang dibeli langsung dari ahli waris Raja Gowa sekitar 35 tahun yang lalu.

Baca Juga: Pendaftaran Mitra SPPG Ditutup! Ini Tindakan BGN Setelah 8.471 Calon Dapur MBG Diusulkan dalam 3 Hari

Lahan yang beokasi di depan Trans Studio Mall ini tengah dibangun proyek properti yang berintegrasi dengan PT Hadji Kalla. 

Namun proyek tersebut sempat terganggu pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di mana ada sekelompok massa mencoba masuk ke area lahan yang mengakibatkan bentrok. 

Dikabarkan 3 orang pekerja mengalami luka-luka akibat terkena anak panah saat peristiwa bentrok itu berlangsung.

Baca Juga: 3 Pasangan Artis Cerai di Akhir Tahun 2025, Terbaru Ada Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa!

JK mendesak penegak hukum dan juga lembaga peradilan untuk mengusut dan meminta terkait tidak agar aparat tidak berpihak pada kepentingan tertentu.

Selain itu mantan pendamping SBY itu turut mempertanyakan dasar hukum yang membuat tanahnya berpindah kepemilikan.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube KOMPASTV, YouTube metrotvnews

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X