Endah mengingatkan bahwa kapasitas produksi besar menuntut persiapan yang lebih dini. Kondisi itu bisa meningkatkan risiko kontaminasi bila tidak disertai pengawasan sanitasi yang ketat.
Menurutnya, proses memasak dalam skala besar memerlukan pengawasan menyeluruh terhadap suhu, waktu penyimpanan, serta pengiriman makanan.
“Semakin banyak jumlah porsi yang harus dibuat, jam masak juga semakin dini. Ini berpotensi besar membuat makanan mudah terkena bakteri,” katanya.
Endah meminta semua pihak yang terlibat di dapur MBG lebih berhati-hati memilih bahan makanan. Ia juga mengingatkan agar tidak memaksakan penggunaan bahan yang meragukan kualitasnya.
“Pakai hati dan perasaan. Kiranya ada makanan, bahan makanan yang memang basi atau meragukan, supaya tidak dikirim, karena taruhannya nyawa anak kita,” pesan Endah.
Pemerintah daerah berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk memastikan standar kebersihan dapur serta proses distribusi makanan di setiap sekolah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Bela Program MBG di Tengah Sorotan Kasus Keracunan Ribuan Siswa
Aliansi Gizi Tuntut Pencopotan 6 Pejabat BGN, Soroti Kebijakan Roll Back hingga Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Harga Ayam Naik akibat Program MBG? Kepala BGN Akui Permintaan Meningkat hingga Ribuan Ekor per Dapur
Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Bentuk Sistem Pemantauan Rutin ala COVID-19
Viral Siswa Tak Sentuh Menu Makanan MBG Sama Sekali, Hanya Diambil Bagian Ini Saja...