Kamis, 4 Juni 2026

Ratusan Siswa Gunungkidul Tumbang Usai Menyantap MBG, Bupati Ingatkan soal Kebersihan Dapur!

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi menu MBG. (Dok. BRI)
Ilustrasi menu MBG. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Sebanyak 695 siswa dari dua sekolah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Para siswa dilaporkan mengalami gejala sakit perut, mual, hingga muntah. Sebagian di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Provinsi DIY melalui akun Instagram @humasjogja, insiden tersebut melibatkan siswa dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari.

Baca Juga: BGN Siapkan Rp5 Juta Bagi Warga yang Berhasil Membuat Konten Positif dari MBG Hingga Viral, Netizen: 19 Juta Lapangan Kerja Jadi Buzzer?

Dari total 1.154 siswa SMKN 1 Saptosari, tercatat 476 siswa dan 10 guru mengalami gejala yang diduga akibat konsumsi makanan MBG.

“Dari total 420 murid SMPN 1 Saptosari, terdapat 186 murid yang mengalami keracunan,” tulis Humas Pemprov DIY dalam unggahan pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Selain itu, 33 siswa SMKN 1 Saptosari dilaporkan tidak masuk sekolah pada hari berikutnya. Namun, belum dipastikan apakah ketidakhadiran mereka berkaitan langsung dengan gejala keracunan tersebut.

Baca Juga: Mobil Pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) Ketahuan Angkut Genteng, Netizen: Badan Gizi Nasional Jadi Badan Genteng Nasional?

Mengetahui laporan itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih segera meninjau sekolah serta dapur penyedia makanan MBG di Saptosari.

Dalam kunjungannya, Endah memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis oleh rumah sakit maupun puskesmas terdekat.

Ia juga memeriksa langsung fasilitas dapur MBG, mulai dari ruang penyimpanan bahan makanan, area pendinginan, hingga tempat pencucian alat makan. Pemeriksaan dilakukan bersama kepala dapur dan penanggung jawab kegiatan MBG.

Bupati menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Karena taruhannya adalah nyawa para siswa,” ujar Endah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X