Ketika Gelombang Kelvin dan MJO terjadi bersamaan, efeknya dapat saling memperkuat sehingga potensi cuaca ekstrem semakin besar, seperti hujan disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mengakibatkan banjir bandang di Jawa Timur.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar selalu waspada memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
"Waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir bandang hingga tanah longsor bagi wilayah dengan topografi curam/tebing," pesan BMKG.
"Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI dan memperhatikan peringatan dini secara berkala yang dibagikan melalui website dan media sosial resmi BMKG," pungkasnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai genangan air, potensi longsor di daerah perbukitan, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan lebat disertai petir.
Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana di tengah kondisi cuaca yang dinamis di awal musim hujan dan peralihan pancaroba di Jawa Timur.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Reformasi Belum Tuntas, Purbaya Ungkap Korupsi Daerah Masih Subur
Ajak Masyarakat Jember Berolahraga Sore dengan Program OSMA, Gus Fawait Tumbuhkan Hidup Sehat
Prabowo Ingin Uang Korupsi Dipakai untuk Beasiswa LPDP, Purbaya Sebut Belum Bisa Sekarang
Geger! Pria Pegawai BUMN di Banyuwangi Membunuh Istrinya Sendiri Lalu Menyerahkan Diri, Polisi Ungkap Motifnya
Dugaan Kekerasan Seksual Kembali Terjadi, Pemkab Jember Ambil Langkah Tegas
Pria di Jember Tewas Tergeletak di Jalan Sumberbaru, Polisi Temukan Luka Bacok di Kepala
Pastikan UHC Terlaksana dengan Baik, Bupati Gus Fawait Datangi Langsung RSD dr Soebandi