Kamis, 4 Juni 2026

Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Tuai Protes Keras Karena Pakai Dana APBN, Keluarga Korban Desak Pertanggungjawaban dari Pihak Pesantren

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 08:30 WIB
Potret Ponpes Al Khoziny yang akan dibangun kembali pasca runtuhnya mushola yang merenggut 62 korban jiwa hingga dianggap kondisi darurat nasional (Instagram/bpbd_jatim)
Potret Ponpes Al Khoziny yang akan dibangun kembali pasca runtuhnya mushola yang merenggut 62 korban jiwa hingga dianggap kondisi darurat nasional (Instagram/bpbd_jatim)

Muhaimin Iskandar menyebut bangunan ponpes Al Khoziny sudah terlalu tua sehingga menjadi salah satu penyebab runtuhnya musholla saat dilakukan pembangunan lebih lanjut.

Baca Juga: Tinjau Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap Baru 50 Pesantren yang Miliki IMB

Tragedi ini menyebabkan puluhan santri meninggal dunia. Tercatat ada lebih dari 60 korban jiwa, menjadikan runtuhnya bangunan Popes ini sebagai musibah dengan korban terbanyak di tahun 2025.

Tragedi ini ini meninggalkan duka mendalam dan menimbulkan dampak secara nasional, sehingga pemerintah mengambil alih penanganan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Intinya, pemerintah menganggap insiden di Ponpes Al Khoziny ini memiliki dampak sosial dan kemanusiaan yang setara dengan bencana nasional, sehingga perlu dibangun ulang dengan menggunakan dana dari APBN.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Mobil Mercy di Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Saat Evakuasi, Netizen: Bangunan Busuk tapi Ada Mobil Mewah

Selain itu, langkah ini juga memastikan agar bangunan Ponpes Al Khoziny dibangun dengan standar keamanan sebagai langkah preventif dan menunjang agar proses pendidikan para santri tak terhenti lama pasca bencana.

Namun, publik memprotes keras pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, terlebih APBN bisa digunakan untuk keprrluan lain dengan mempertimbangkan skala urgensi.

"Pemiliknya ada punya mobil Mercy, kenapa Ponpes Al Khoziny dibangun ulang pake uang rakyat?? Anggaran ini tidak pada tempatnya tidak mewakili kepentingan nasional, apa urgensinya??" komentar salah satu warganet di Instagram.

Baca Juga: Identifikasi Korban Ambruknya Bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny Terkendala, Sidik Jari Rusak dan Data Minim Jadi Hambatan

Publik juga mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi terkait runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny yang dianggap sebagai kesalahan perencanaan pembangunan, sebelum mengambil tindakan lanjutan yang menggunakan APBN.

"Padahal investigasi belum selesai, enak sekali ya, Ponpes gak punya izin terus rubuh karena kesalahan konstruksi, terus dianggap bencana dan dibangun lagi pake APBN," sindir warganet lainnya.

"Ujung-ujungnya pake uang rakyat lagi, APBN dipake mbangun Ponpes yang gak ada IMB, yang punya pesantren juga gak jadi tersangka, Kocak! Bukannya tidak mendukung tapi kita sebagai rakyat yang bayar pajak protes karena anggaran negara kenapa dibuat bangun ulang bangunan milik pribadi??" imbuh warganet lainnya.

Baca Juga: Polda Jatim Usut Penyebab Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Gandeng Tim Ahli ITS Ambil Sampel Konstruksi

Di tengah banyaknya kritik dan protes keras yang ditujukan pada wacana pembangunan ulang Ponpes, Polda Jatim tengah menyelidiki penyebab ambruknya musholla Al Khoziny.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X