Dalam proses pencarian yang penuh tantangan, tim SAR juga menggunakan peralatan ekstrikasi untuk memotong besi dan mengangkat material yang menimpa korban.
Demi menjaga keselamatan para petugas, penggunaan alat berat dilakukan secara bergantian dengan metode manual.
Baca Juga: Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Lambat, Tim DVI Hadapi Kendala Data Sidik Jari
“Kami harus bergantian antara penggunaan alat berat dan evakuasi manual,” terang Nanang lagi.
Adapun jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur.
Sementara itu, berdasarkan daftar absensi pondok pesantren, 2 santri masih dinyatakan hilang.
Hal tersebut disampaikan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencaan BNPB.
Abdul Muhari juga menyampaikan, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah lainnya.
Ketujuh belas jenazah tersebut juga telah diserahkan kepada pihak keluarga atau wali santri untuk dimakamkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Dipangkas, Menkeu Purbaya Tantang Serapan hingga Akhir Oktober 2025
Setelah Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Ngebut Sertifikasi Dapur Makan Bergizi Gratis di Seluruh Indonesia
Tragis, Penumpang Pria Meninggal Dunia dalam Mobil Travel dari Banyuwangi ke Jember, Korban Diduga Kelelahan hingga Mengalami Serangan Jantung
Usai Viral Tepuk Sakinah, Pegawai DJP Kini Mulai Perkenalkan Tepuk Pajak, Warganet Ramai SIndir Ditjen Pajak Gegara Coretax Sering Eror
Polda Jatim Usut Penyebab Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Gandeng Tim Ahli ITS Ambil Sampel Konstruksi