SketsaNusantara.id - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan proses pencarian korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (ponpes) Al Khoziny pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Pada hari kedelapan operasi SAR tersebut, 12 korban kembali ditemukan dan dievakuasi.
Kedua belas korban tersebut ditemukan di bawah tumpukan material reruntuhan.
Berdasarkan data dari Basarnas per Selasa pagi, 7 Oktober 2025 pukul 8.00 WIB, hingga saat ini sebanyak 172 korban berhasil dievakuasi.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Tanggap Darurat Sidoarjo, jumlah tersebut termasuk 76 korban luka ringan, 27 korban luka berat serta 1 orang tanpa luka.
Sedangkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 61 orang, termasuk penemuan 7 potongan tubuh.
Kepala Kantor SAR Surabaya mengungkapkan, proses pencarian hari kedelapan ini penuh tantangan.
Pasalnya, lokasi beberapa korban berada di bawah material berat.
Beberapa alat berat juga digunakan secara bergantian untuk memindahkan puing-puing berukuran besar.
“Tim SAR perlu memecah dan memindahkan puing-puing reruntuhan berukuran besar dengan menggunakan alat berat seperti breaker dan excavator,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H yang juga selaku On Scene Coorsinator (OSC).
Selain breaker dan excavator, Tim SAR Gabungan juga sempat menggunakan crane namun belum berhasil lantaran ukuran material yang terlalu besar.
Artikel Terkait
Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Dipangkas, Menkeu Purbaya Tantang Serapan hingga Akhir Oktober 2025
Setelah Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Ngebut Sertifikasi Dapur Makan Bergizi Gratis di Seluruh Indonesia
Tragis, Penumpang Pria Meninggal Dunia dalam Mobil Travel dari Banyuwangi ke Jember, Korban Diduga Kelelahan hingga Mengalami Serangan Jantung
Usai Viral Tepuk Sakinah, Pegawai DJP Kini Mulai Perkenalkan Tepuk Pajak, Warganet Ramai SIndir Ditjen Pajak Gegara Coretax Sering Eror
Polda Jatim Usut Penyebab Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Gandeng Tim Ahli ITS Ambil Sampel Konstruksi