Minggu, 19 Juli 2026

Salurkan Honor Ngaji secara Terhormat, Guru Ngaji Asal Balung Kidul Apresiasi Pemkab Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:21 WIB
Penyaluran Guru Ngaji. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Penyaluran Guru Ngaji. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Ahmad Khisol menjadi salah satu dari 59 penerima insentif untuk guru ngaji yang menunggu di Balai Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, pada Jumat 3 Oktober 2025.

Setelah tiba, pria berusia 24 tahun tersebut tidak harus menunggu lama untuk menyelesaikan serangkaian urusan administrasi, dan segera pulang dengan membawa uang sebesar Rp1,5 juta.

"Proses pengambilan insentif untuk guru ngaji ini sangat cepat, bahkan kurang dari lima menit," ujar pria kelahiran 2001 tersebut.

Baca Juga: Maksimalkan Penyaluran Honor Guru Ngaji, Kabag Kesra Minta Laporkan Oknum yang Lakukan Praktek Pungli

Dia jelas merasa senang dan berharap semua guru ngaji bisa merasakan manfaat dari program ini.

"Alhamdulillah, subsidi ini sangat mendukung kesejahteraan guru ngaji, terutama bagi saya yang tidak memiliki pekerjaan tetap," tambahnya.

Warga Balung Kidul itu benar-benar bersyukur dan menghargai upaya pemerintah dalam memberikan insentif guru ngaji dengan cepat dan layak.

Baca Juga: Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis

Dia berharap, program insentif untuk guru ngaji dapat berlanjut dalam jangka panjang. "Semoga tidak hanya tahun ini, tetapi juga pada tahun-tahun yang akan datang," harapnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, mengungkapkan bahwa penyerahan honorarium untuk guru ngaji tahap pertama telah menyasar 15.175 guru ngaji yang tersebar di 23 kecamatan.

Sementara itu, untuk delapan kecamatan yang tersisa, penyerahan dilakukan secara bertahap setiap hari sejak 1 Oktober.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Jember Hadirkan Ratusan Gunungan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

"Hari ini berada di Kecamatan Balung," jelasnya.

Mengacu pada arahan bupati, Hafid menyatakan bahwa honorarium guru ngaji diserahkan dengan cara yang terhormat di balai desa masing-masing. Oleh karena itu, para guru ngaji tidak perlu antre atau datang ke bank.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X