Selain honorarium sebesar Rp 1,5 juta per tahun, Pemkab Jember juga memberikan dukungan tambahan berupa BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, serta beasiswa khusus untuk anak-anak guru ngaji dan akses layanan kesehatan gratis (UHC).
“Program ini lebih dari sekadar insentif. Ini adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi guru ngaji dalam membentuk karakter masyarakat,” jelas Hafid.
Hingga saat ini, penyaluran honorarium guru ngaji berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti. Pemerintah juga meminta kepada seluruh penerima untuk segera melapor jika menjumpai praktik pungutan liar dalam program ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Pemkab Jember Komitmen Berikan Layanan Kesehatan Prima
Pemkab Jember Kembali Gelar Hyang Argopuro Festival IX di Desa Wisata Adat Arjasa, Usung Tema Mawar, Kenongo dan Kanthil
Pemkab Jember Mulai Salurkan Bantuan Honorarium ke Puluhan Ribu Guru Ngaji
Mengaku Lebih Mudah, Guru Ngaji Penerima Honorarium Berikan Apresiasi ke Pemkab Jember
Update Program Pemkab Jember, Gus Fawait: Sebanyak 4 Ribu Sambungan Listrik Baru akan Segera Direalisasikan
Kecelakaan Bus di Probolinggo, Pemkab Jember Siapkan 3 Rumah Sakit Daerah Bantu Perawatan Korban
Pemkab Jember Salurkan Ratusan Operasi Pemasangan Alat Kontrasepsi di RSD Balung
Pemkab Jember Tegaskan Kemiskinan Absolut Turun 0,34 Persen, Plt Kadiskominfo: Adanya Pertumbuhan Ekonomi
Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Jember Hadirkan Ratusan Gunungan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis