Sehari setelahnya, Nanik menambahkan bahwa kebijakan tersebut bisa memutar roda perekonomian rakyat. Ia mengatakan ratusan ribu UMKM pangan akan hidup dan mendapat peluang lewat program ini.
Sementara itu, kritik dari ahli gizi juga terus bermunculan. Ahli gizi Tan Shot Yen dalam rapat bersama DPR menyoroti penggunaan spaghetti dan burger dalam MBG.
Ia menilai menu tersebut tidak mencerminkan kemandirian pangan Indonesia karena bahan bakunya, seperti gandum, tidak diproduksi di dalam negeri.
Menanggapi hal itu, Nanik menjelaskan bahwa menu seperti burger dan spaghetti hanya diberikan sesekali.
Ia menyebut anak-anak boleh mengajukan permintaan khusus satu kali dalam seminggu, terutama bagi siswa di daerah terpencil yang belum pernah merasakan makanan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Isu Dapur Fiktif di Balik Anggaran MBG Rp99 Triliun, Menkeu Purbaya Tegaskan Evaluasi
Kembali dari Lawatan Internasional, Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Soal Keracunan MBG: Waspada, Jangan Sampai Dipolitisasi!
Pemerintah Menutup Sementara SPPG yang Bermasalah Imbas dari Kasus Keracunan MBG: Ini Menyangkut Keselamatan Generasi Penerus...
Pulang Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Panggil Menteri ke Kertanegara, Langsung Godok MBG Bermasalah dan Beri Arahan Detail
Kartu Pers Jurnalis CNN Dicabut Usai Bertanya Soal Kasus Keracunan MBG ke Prabowo Subianto, AJI dan LBH Pers Sebut Ini Pelanggaran UU