Dia menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang bijaksana kepada masyarakat, mengingat bahwa tidak semua individu bisa menerima teguran secara langsung.
“Ayo kita perhatikan tetangga yang memerlukan pendidikan. Sampaikan dengan cara yang lembut, melalui diskusi dan pendampingan, supaya pesan kita dapat diterima tanpa menyakiti perasaan,” tuturnya.
Selain membahas hal-hal keluarga, Ning Ghyta juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Jember.
Dengan menjadi wilayah terluas ketiga di Jawa Timur, serta memiliki populasi yang termasuk dalam tiga besar dan sumber daya alam yang melimpah, Jember diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang.
Baca Juga: Buka Gerakan Pangan Murah, Ning Ghyta Berharap Program Ini Dapat Meringankan Beban Ekonomi Warga
Namun, Ning Ghyta mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi. Di antaranya termasuk kemiskinan ekstrem, angka kematian ibu dan bayi, pernikahan dini, serta masalah imunisasi yang tidak lengkap.
Mengakhiri pidatonya, Ning Ghyta mengajak semua peserta untuk menjadikan pendampingan keluarga sebagai suatu tindakan nyata yang berlandaskan hati, bukan sekadar program formalitas.
Dia berharap, Jember dapat menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Beri Inovasi Kembangkan Arjasa sebagai Desa Wisata
Buka Gerakan Pangan Murah, Ning Ghyta Berharap Program Ini Dapat Meringankan Beban Ekonomi Warga
Dorong Kopi Lokal Jadi Salah Satu Andalan Jember, Ketua TP PKK Ning Ghyta: Ini Bisa Bersaing di Pasar Global
Ning Ghyta Ajak Siswa SDN Yosorati 1 Gemar Makan Ikan: Tunjang Kebutuhan Gizi Seimbang
Ning Ghyta Ajak Warga Sumberbaru Jember Tekan Angka Stunting, AKI dan AKB