Sabtu, 18 Juli 2026

Ning Ghyta Ajak Warga Sumberbaru Jember Tekan Angka Stunting, AKI dan AKB

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 September 2025 | 22:36 WIB
Ning Ghyta saat memberikan paparan. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Ning Ghyta saat memberikan paparan. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Misi menekan angka stunting, AKI-AKB terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya, seperti yang dilakukan Ketua TP PKK saat mengikuti kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Sumberbaru pada Jumat, 26 September 2025.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita memimpin serangkaian acara Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru.

Mulai pembinaan untuk PKK di tingkat kecamatan dan desa, hingga pemantauan kegiatan perangkat daerah.

Baca Juga: Ning Ghyta Ajak Siswa SDN Yosorati 1 Gemar Makan Ikan: Tunjang Kebutuhan Gizi Seimbang

Acara tersebut menjadi kesempatan krusial untuk menyamakan langkah dalam memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya, Ning Ghyta menyerukan kepada para kader PKK agar lebih mengenali potensi dan juga tantangan yang dihadapi Kabupaten Jember.

“Kabupaten Jember adalah yang ketiga terluas di Jawa Timur dan memiliki jumlah penduduk terbesar ketiga," katanya.

Baca Juga: Dorong Kopi Lokal Jadi Salah Satu Andalan Jember, Ketua TP PKK Ning Ghyta: Ini Bisa Bersaing di Pasar Global

Menurut Ning Ghyta, potensi Jember sangat mengagumkan, mulai dari destinasi wisata alam seperti Gunung Gambir hingga produk pertanian.

"Namun, sayangnya masih banyak potensi yang belum dijelajahi,” kata dia.

Meski kaya akan sumber daya dan alam, Ning Ghyta mengungkapkan bahwa Jember masih terganjal berbagai masalah serius, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Haru dan Lega, Penantian Seorang Penerima SK PPPK Usai Terima SK dari Bupati Jember Gus Fawait

“Masalah yang kita hadapi cukup besar. Kasus stunting di Jember tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Timur," imbuhnya. Begitu pula dengan angka kematian ibu dan bayi.

Selain itu, cakupan imunisasi yang rendah, tingginya angka pernikahan dini, serta meningkatnya tingkat perceraian.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X