SketsaNusantara.id – Perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pelaku wisata, hingga travel haji dan umrah berdua dengan Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya pada Kamis, 25 September 2025 malam di Pendopo Wahyawibawagraha.
Dalam forum diskusi itu, Gus Fawait menegaskan bahwa Jember menghadapi tantangan signifikan yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun, yaitu tingginya tingkat kemiskinan.
“Jember memiliki masalah yang belum terselesaikan dalam dekade terakhir. Kabupaten Jember tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin absolut terbanyak kedua di Jawa Timur, bahkan memiliki penduduk miskin ekstrem terbanyak di provinsi ini,” jelasnya.
Baca Juga: Resmi Mengudara, Gus Fawait Berharap Penerbangan Perdana di Notohadinegoro Mampu Entaskan Kemiskinan
Dalam penjelasannya, bupati menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan masalah yang rumit tersebut sendirian.
“Tidak mungkin mengandalkan APBD yang sangat terbatas. Kita memerlukan kolaborasi, kerja sama dengan para pelaku bisnis, industri pariwisata, dan investor. Salah satu sektor yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi adalah pariwisata dan usaha kreatif,” tegasnya.
Namun, bupati juga mengungkapkan kenyataan pahit bahwa Jember sering kali dianggap terpinggirkan oleh para investor.
Baca Juga: Bertemu dengan Menteri PANRB, Gus Fawait Bertekad Tingkatkan IRB dan SAKIP Jember
Bandara yang tidak beroperasi, jalan tol yang tidak melintasi wilayah tersebut, dan pelabuhan yang belum ada mengakibatkan akses transportasi Jember terhambat dari darat, laut, dan udara.
“Dahulu, 10-15 tahun yang lalu, Jember adalah pemimpin di wilayah timur Pulau Jawa. Kini, kita harus mengejar ketertinggalan yang ada,” imbuhnya.
Mengurai tantangan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa revitalisasi transportasi udara harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Temui MENPAN-RB, Bupati Jember Gus Fawait Perjuangan 3.378 PPPK Paruh Waktu
Dia membagikan informasi mengenai upaya keras yang dilakukan Pemkab Jember bersama kementerian terkait dan maskapai hingga penerbangan reguler Jember-Jakarta dapat kembali beroperasi pada bulan September ini.
Bupati mengharapkan dukungan konkret dari para pelaku usaha, pengelola hotel, restoran, hingga penyedia layanan haji dan umrah untuk memanfaatkan penerbangan tersebut agar keberlangsungan rute ini tetap terjaga.
Artikel Terkait
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Jember Gus Fawait: Ini Bukan Gejolak Politik Pasca Pilkada
Gus Fawait Optimistis Pramuka Jember Raih Prestasi pada Giat Prestasi Penegak Jawa Timur 2025 di Malang
Bupati Jember Gus Fawait Peroleh Penghargaan Atas Kepedulian Pendidikan dan Kesehatan
Tengah Malam Cek Kesiapan Pembukaan MTQ di JSG, Bupati Jember Gus Fawait Optimistis Bakal Berlangsung Semarak
Update Program Pemkab Jember, Gus Fawait: Sebanyak 4 Ribu Sambungan Listrik Baru akan Segera Direalisasikan
Sampaikan Duka Mendalam Pasca Kecelakaan Maut, Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Jember Gus Fawait Melayat ke Rumah Keluarga
Gus Fawait dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa Ucapkan Belasungkawa di Kediaman Keluarga Korban Kecelakaan Bus Rombongan RS Bina Sehat Jember
Temui MENPAN-RB, Bupati Jember Gus Fawait Perjuangan 3.378 PPPK Paruh Waktu
Bertemu dengan Menteri PANRB, Gus Fawait Bertekad Tingkatkan IRB dan SAKIP Jember
Resmi Mengudara, Gus Fawait Berharap Penerbangan Perdana di Notohadinegoro Mampu Entaskan Kemiskinan