Kamis, 4 Juni 2026

6 Fakta Mengejutkan yang Mengungkap Sisi Lain Film G30S PKI, Legenda Sinema yang Sarat Kontroversi

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 13:38 WIB
Dari musik suram hingga teknologi Jepang, inilah 6 fakta di balik film G30S PKI yang melegenda (X/@Renebwae)
Dari musik suram hingga teknologi Jepang, inilah 6 fakta di balik film G30S PKI yang melegenda (X/@Renebwae)

SketsaNusantara.id – Setiap menjelang peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S), masyarakat Indonesia seakan tidak bisa lepas dari satu tontonan legendaris yaitu film Pengkhianatan G30S PKI.

Karya besutan Arifin C Noer ini sudah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa sejak pertama kali diproduksi pada akhir 1980-an. Meski penayangannya sempat diwajibkan, hingga kini film tersebut tetap menjadi bahan diskusi lintas generasi.

Di balik layar film yang menggambarkan tragedi kelam sejarah Indonesia itu, ternyata tersimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui publik.

Baca Juga: 10 Ucapan Memperingati Peristiwa G30S/PKI 30 September 2025, Upload Di Status Media Sosial Sekarang

Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Firza Fisrtian, berikut beberapa di antaranya.

1. Proses Produksi Panjang dan Biaya Fantastis

Tidak banyak yang tahu bahwa pembuatan film ini memakan waktu hingga dua tahun, mulai dari riset, penulisan skenario, hingga proses syuting. Biaya produksinya pun tergolong besar pada masanya, yakni sekitar Rp800 juta.

Angka tersebut menjadikan Pengkhianatan G30S PKI sebagai salah satu film paling mahal di Indonesia saat itu.

Baca Juga: Gratis! 8 Link Twibbon Hari Peringatan G30S PKI 30 September 2025, Ayo Unggah di Instagram Segera

2. Tujuan Edukatif

Brigjen Gufran Dwipayana atau yang akrab disapa Dipo, pernah menuturkan bahwa film ini dibuat dengan tujuan mendidik generasi muda. Pesannya jelas, yaitu menjauhkan masyarakat dari ideologi komunis serta menanamkan kewaspadaan agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

3. Nuansa Musik yang Suram

Salah satu elemen kuat dalam film ini adalah penggunaan musik dengan nuansa kelam. Iringan nada-nada muram sengaja dipilih untuk memperkuat suasana mencekam yang melingkupi malam penculikan para jenderal. Musik ini pula yang membuat penonton terbawa emosi, seolah merasakan langsung atmosfer tegang pada 1965.

4. Pernah Jadi Tontonan Wajib

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X