Ia juga meminta pelaksanaan MBG melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, bukan hanya Badan Pengawas Obat dan Makanan. Dengan begitu, monitoring, supervisi, serta evaluasi bisa lebih dekat dengan lapangan.
Masalah anggaran juga tak luput dari sorotan. Tan menuntut transparansi agar publik tahu siapa penyedia makanan dan di mana dapur beroperasi. Ia menilai keterbukaan keuangan adalah hal mutlak yang tidak boleh ditutup-tutupi.
Edukasi soal makanan bergizi pun menjadi bagian penting dari rekomendasi. Menurut Tan, anak-anak seharusnya diajak memahami manfaat gizi agar tidak membuang makanan, terutama sayuran. Ia menyebut banyak jenis sayur bisa diolah sesuai selera, termasuk wortel dan labu siam.
Isu tentang menu MBG makin relevan setelah muncul sejumlah kasus keracunan di berbagai daerah. Hal ini membuat desakan evaluasi semakin kuat. Kritik Tan sekaligus menjadi peringatan bahwa program besar seperti MBG harus dijalankan dengan standar ketat, transparan, dan berpihak pada kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Gandeng Dinas Kesehatan, Yayasan Bertapa Siap Sukseskan Pelaksanaan MBG di Jember
Viral Irisan Semangka MBG Mirip Lembaran Tissue, Netizen: Setipis Keadilan di Negeri ini
Viral Surat Pernyataan MBG MTsN 2 Brebes, BGN Brebes Tegaskan Itu Inisiatif Sekolah dan Kini Sudah Ditarik
Mensesneg Pastikan Bahwa Program MBG Akan Berlanjut Meski Terus Menuai Kritik Publik: ‘Pemerintah Akan Serius Mengevaluasi’
Buntut Keracunan Massal MBG, Wanpa Ponika Desak Program Unggulan Prabowo Subianto ini Diberhentikan Sementara