Sabtu, 18 Juli 2026

Dari Kelas ke Kertas: Guru PAUD Jombang Diajak Berani Produktif Karya Tulis

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 September 2025 | 17:30 WIB
Mukani, narasumber workshop penulisan karya tulis yang diselenggarakan Himpaudi saat menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)
Mukani, narasumber workshop penulisan karya tulis yang diselenggarakan Himpaudi saat menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Guru adalah profesi akademis yang selalu berkembang sesuai perkembangan zaman. Guru harus mampu merekamnya dalam sebuah tulisan. Agar pengalaman berharga itu menjadi abadi.

Itu menjadi spirit bersama para peserta Workshop Penulisan Karya Tulis Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Acara digelar di Aula KBIH Al-Kautsar Dempok Diwek, Jombang, Kamis 18 September 2025.

Kegiatan setidaknya diikuti 70 peserta anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Diwek. Mereka berasal dari pendidik pada kelompok bermain (KB), tempat penitipan anak (TPA) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Baca Juga: Viral 6 Poin Kontroversial Surat Pernyataan Program Makan Bergizi Gratis di MTsN 2 Brebes: Gangguan Pencernaan Jadi Tanggung Jawab Orang Tua!

Menurut Luluk Arikah, Ketua Himpaudi Diwek, workshop digelar agar praktik terbaik (best practise) yang selama ini hanya terjadi di kelas bisa terdokumentasikan. "Bahkan bisa dibagikan dan menjadi inspirasi bagi guru lainnya," ujarnya.

Perempuan berkacamata ini menegaskan pentingnya guru PAUD untuk percaya diri dalam menulis. “Pengalaman berharga di kelas harus ditulis dan disebarluaskan. Dengan begitu, bisa menjadi referensi sekaligus motivasi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini,” imbuhnya.

Anggota DPRD Jombang yang hadir, Hj. Fatimah ZB, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. "Melainkan wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antarpendidik," ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Umumkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Bus di Probolinggo, Ungkap Dokumen Kelayakan hingga Kondisi Supir

"Kami di DPRD siap memfasilitasi, baik dari segi anggaran maupun kebutuhan lainnya, agar kesejahteraan guru PAUD semakin meningkat,” tegasnya.

Dalam workshop ini, Mukani hadir sebagai narasumber. Dia memberikan panduan praktis penulisan best practice. Mulai dari menemukan masalah di kelas, menyusun solusi, menjelaskan proses pembelajaran hingga merumuskan hasilnya.

"Guru PAUD tidak boleh minder untuk menulis. Setiap pengalaman mendidik adalah ilmu berharga," ujar dosen STAI Darussalam Nganjuk ini.

Baca Juga: Download Gratis 10 Link Twibbon Peringatan Tragedi G30S/PKI 2025 Cocok Dibagikan Pada Tanggal 30 September

Dengan menulis, lanjutnya, guru ikut membangun budaya literasi. "Terutama dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan,” pesannya.

Pria yang sudah menulis 35 buku ber-ISBN ini memotivasi peserta dalam hal menulis. "Tidak ada yang sulit menulis bagi para guru, yang rumit itu pikiran kita sendiri," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X