SketsaNusantara.id - Artis sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, melontarkan kritik keras terhadap proses penerimaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Menurutnya, proses seleksi beasiswa yang didanai oleh negara ini masih kurang transparan, terutama dalam hal kriteria kelulusan dan penentuan penerima.
Kritik terkait mekanisme ini disampaikan Primus dalam rapat kerja dengan jajaran LPDP dan Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Dapat Beasiswa LPDP, Putri Anies Baswedan Dapat Benda Istimewa Buatan Fery Farhati
"Apakah LPDP butuh inovasi baru? Saya rasa iya, mekanismenya, kita harus buat terobosannya" tegas Primus dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Liputan6.
Kritik Primus ini menurutnya berdasarkan fakta bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk mengakses beasiswa tersebut terutama untuk daerah timur Indonesia.
Primus Yustisio menyoroti adanya dugaan bahwa penerimaan beasiswa LPDP tidak hanya berdasarkan prestasi akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak jelas.
Ia mengkritik bahwa banyak calon penerima yang seharusnya lolos berdasarkan nilai dan kriteria yang ada, justru tidak berhasil, sedangkan di sisi lain, beberapa individu yang dianggap kurang kompeten justru lolos.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, termasuk para akademisi dan calon mahasiswa.
"LPDP ini harus transparan. Siapa yang lolos dan tidak lolos itu harus jelas alasannya. Masyarakat berhak tahu, kenapa seseorang yang IPK-nya tinggi dan prestasinya bagus malah tidak lolos, sementara yang lain lolos," tegas Primus.
Ia juga menambahkan bahwa jika proses ini tidak segera diperbaiki, kepercayaan publik terhadap LPDP akan menurun.
Untuk mengatasi masalah ini, Primus meminta LPDP untuk lebih terbuka mengenai mekanisme seleksi mereka.
Artikel Terkait
Belum Genap 24 Jam Menjabat, Menkeu Purbaya Diminta Turun, Tantowi Yahya Angkat Bicara Soal Gaya Bicaranya
Buzzer Indonesia Kirim Surat ke Kantor Salsa Erwina Hutagalung, Sebut Ia sebagai Provokator hingga Dapat Personal Attack di Denmark
Puluhan Anggota Dewan Lakukan Pengecekan Kesehatan di RSD dr Soebandi
Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Yudisium Strata Satu, Ajak Para Calon Alumni Pertahankan Integritas dan Rendah Hati
64 Anak di Bawah Umur Terjerat Hukum Usai Demo Ricuh di Jatim, Emil Dardak Pastikan Pemilahan Aparat Penegak Hukum
PLN Dorong Kemandirian Warga Binaan Lapas Nusakambangan Lewat Program FABA, Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi
Tanggapan Mahfud MD Soal Kontroversi Ferry Irwandi VS Dansat Siber TNI, Mantan Menko Polhukam: Itu Masih Sebatas...