Rieke merasa jika sistem yang ada di tanah air harus diperbaiki, mengingat di luar negeri saja orang miskin yang tak punya uang tidak ditolak rumah sakit.
Ia menilai bahwa musuh paling besar dari bangsa ini adalah “pemiskinan” dan “pembodohan” yang terstruktur serta sistemik.
Sehingga, perlu diadakan perbaikan besar-besaran agar semua sistem di Indonesia bisa mewujudkan keadilan untuk masyarakat seluas-luasnya.
“Perubahan sistem yang saya harapkan adalah peralihan dari sistem monarki atau kerajaan ke sistem demokrasi yang lebih adil. Partai politik dan perwakilan di parlemen harus menjadi bagian dari solusi untuk itu,” beber ibu tiga anak tersebut.
Keputusannya menjadi anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka berharap dapat berkontribusi secara langsung dalam merancang kebijakan yang lebih baik.
Apalagi dalam hal mengatasi berbagai permasalahan struktural yang selalu berakibat buruk bagi rakyat miskin.
“Kemana pun kamu pergi, kamu akan menjadi bagian dari polis, bukan hanya polis asuransi,” tegas Rieke mengingat bahwa perubahan setiap individu sangatlah penting.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dari Toyama ke Kalijompo: Inilah Kisah Residensi di Jantung Perkebunan Jember Dari Lensa Sari Shibata
Gebyar JASNU, Pendakwah Muda di Jombang Ini Ungkap 3 Hal Dapat Lemahkan Generasi Milenial
Viral! Crazy Rich Dubai Ajak Ahmad Sahroni Pindah ke Negaranya, Tawarkan Pajak Nol, Polisi Cepat Tanggap hingga Mobil Mewah dengan Harga Murah
Ferry Irwandi Kenang Munir Said Thalib, Aktivis HAM yang Dibunuh di Pesawat Menuju Amsterdam: Ide dan Gagasannya Terus Hidup
Pesan Mendalam SBY Usai Demo Mengguncang Indonesia, Sentil Dialog, Optimisme, dan Kepemimpinan Prabowo untuk Masa Depan Bangsa