SketsaNusantara.id - Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pernyataannya terkait kekerasan yang terjadi di Indonesia saat demonstrasi.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Ravina Shamdasani, pada 1 September 2025.
Dilansir oleh tim SketsaNusantara.id melalui akun Instagram @unitednationshumanrights, PBB menegaskan protes yang dilakukan oleh warga Indonesia sudah mencapai adanya kekerasan.
“Kami mengikuti perilaku kekerasan dalam konteks protes nasional yang terkait dengan tunjangan parlemen serta langkah-langkah penghematan,” kata Ravina melalui Instagram @unitednationshumanrights dikutip oleh tim redaksi.
PBB menggarisbawahi peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh aparat berwenang dan meminta untuk mendahulukan diskusi publik.
“Dan juga dugaan adanya penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Kami sangat menekankan pentingnya dialog untuk menanggapi kekhawatiran publik,” lanjutnya.
Dalam konteks demonstrasi, HAM harus tetap dijunjung tinggi demi menjaga ketertiban dan keamanan selama unjuk rasa dilaksanakan.
“Pihak berwenang harus menjunjung tinggi hak-hak warga atas kebebasan untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi seraya tetap menjaga ketertiban,” katanya.
Kegiatan demonstrasi seharusnya tetap memegang standar internasional dan norma-norma yang berlaku.
“Tentu sesuai dengan norma dan standar internasional dalam kaitannya dengan pengelolaan unjuk rasa masyarakat atau publik,” imbuhnya.
Tidak hanya masyarakat yang berdemo, aparat yang berjaga juga wajib mematuhi aturan dan membatasi pemakaian senjata api.
Artikel Terkait
Sejarah Gedung Grahadi Surbaya yang Dibakar saat Demo, Cagar Budaya Berusia 2 Abad yang Jadi Rumah Dinas Gubernur Jatim
Presiden Prabowo Subianto Membahas Perkembangan Situasi Negara Pasca Kepolisian Melakukan Pelanggaran saat Demo: Lakukan dengan Cepat dan Transparan
Ferry Irwandi Ungkap Perkembangan Demo DPR, Ajak Masyarakat Kawal Aspirasi dan Jangan Terprovokasi Wacana Darurat Militer
Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Buka Suara Soal Demo Besar-besaran di Tanah Air, Kritik Hal Ini
Indonesia Berduka! 7 Korban Jiwa dalam Demo 28-31 Agustus 2025, Salah Satunya Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta