“Nonaktifkan berarti sudah tenang kasih aktif kembali,” tulisakun @evanwork17kt. Komentar ini menyiratkan keraguan publik bahwa penonaktifan hanya bersifat sementara, bukan sanksi serius.
“Yang masyarakat mau di copot pak bukan di nonaktifkan doang,” ucap akun @famss.97. Ucapan ini menegaskan bahwa publik mengharapkan sanksi lebih tegas, bahkan pencopotan permanen, bukan sekadar penonaktifan.
Sementara itu, akun @rf259_ menuliskan dengan nada satir, “Weekend: nonaktif, weekday: aktif.”
Sindiran ini menggambarkan ketidakpercayaan masyarakat bahwa keputusan partai akan benar-benar berdampak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Susul Eko Patrio dan Uya Kuya, Nafa Urbach Posting Video Minta Maaf Usai Blunder Soal Tunjangan Rumah DPR
Ikut Pasang Badan Soal Keadilan Indonesia, Boris Bokir Sindir Anggota DPR RI Agar Ingat Akan Janji: Jangan Tengil...
Resmi! Surya Paloh Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem
Ibas Yudhoyono Minta Maaf, Fraksi Demokrat Buka Peluang Evaluasi Tunjangan DPR di Tengah Protes Publik
Resmi! Eko Patrio dan Uya Kuya Akhirnya Dinonaktifkan dari Jabatan DPR RI, Netizen Bertanya-tanya: Kok Bukan Dipecat?