Minggu, 19 Juli 2026

Dr. Tirta Soroti Kasus Tewasnya Driver Ojol saat Demo 28 Agustus, Sebut Permintaan Maaf Saja Tak Cukup: Sangat Gak Masuk Akal

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:26 WIB
Potret Dr. Tirta yang soroti kasus tewasnya drivel ojol Affan Kurniawan (Instagram/dr.tirta)
Potret Dr. Tirta yang soroti kasus tewasnya drivel ojol Affan Kurniawan (Instagram/dr.tirta)

Baca Juga: Ferry Irwandi Ikut Demo 28 Agustus 2025, Duka Menyelimuti Usai Driver Ojol Jadi Korban Insiden Pejompongan

“Turut berduka atas kejadian menyedihkan yang barusan terjadi. Videonya tersebar luas di mana2. Sangat menyedihkan. Semoga hal ini segera diinvestigasi. Karena kejadian pelindasan itu sangat2 kejam. Turut berduka sekali lagi untuk keluarga korban,” tulisnya.

Setelah menyampaikan empati, dr. Tirta kemudian melontarkan kritik keras terhadap logika di balik peristiwa ini.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah kendaraan baja berukuran besar dibiarkan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah massa.

Baca Juga: Tewas Dilindas Rantis, Affan Kurniawan Diantar Ribuan Rekan Ojol ke Peristirahatan Terakhir

“Ya bayangin aja mobil segedhe itu dibuat lindas orng, mana ga brenti pula. Apa esensinya juga nabrakin massa pake mobil segedhe itu. Jujur liat videonya, serem banget itu. Semoga keluarga korban yang tabah ya. Turut berduka sekali lagi,” tulisnya lagi.

Ungkapan ini mencerminkan kemarahan publik yang menilai tindakan tersebut sama sekali tidak masuk akal.

Baginya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan rantis Brimob melintas hingga melukai bahkan menghilangkan nyawa.

Salah satu poin penting yang disoroti dr. Tirta adalah keberadaan bukti video.

Baca Juga: Raffi Ahmad Terima Penghargaan Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat dari BAZNAS, Netizen Kritisi di Tengah Aksi Demo Buruh

Ia menilai rekaman kejadian tersebut memperlihatkan dengan jelas bagaimana insiden terjadi, sehingga sulit bagi siapapun untuk menutupi kebenaran.

“Bukti videonya jelas. Ga mngkin itu masuk blindspot,” tegasnya.

Pernyataan ini seolah menjadi jawaban atas kemungkinan alasan klasik yang kerap dilontarkan aparat, yakni soal keterbatasan pandangan atau blindspot.

Menurutnya, dalih semacam itu sudah tidak relevan ketika bukti rekaman memperlihatkan secara gamblang kejadian di lapangan.

Ucapan “Permintaan maaf saja ga cukup” yang disampaikan dr. Tirta menjadi representasi tuntutan publik agar ada tindakan nyata.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @tirta_cipeng

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X