Senin, 20 Juli 2026

Catat 36 Kasus Campak di Jember, Dinkes Terima 148 Laporan Dugaan Anak-Anak Terjangkit

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi balita menderita campak. (Freepik/Siraphol Siricharattakul)
Ilustrasi balita menderita campak. (Freepik/Siraphol Siricharattakul)

 

SketsaNusantara.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mencatat jumlah anak yang terjangkit virus campak, mencapai 36 orang.

Angka ini merupakan salah satu yang terbanyak di Jawa Timur, karena merebaknya virus campak saat ini.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinkes, tercatat ada sebanyak 148 laporan dugaan infeksi campak yang tersebar di 31 Kecamatan di Jember.

Baca Juga: Pemkab Jember Kenalkan Si Petri, Maskot Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Provinsi Jawa Timur di Jember

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, dr Rita Wahyuningsih mengatakan penderita penyakit campak di Jember saat ini kebanyakan diderita oleh anak usia antara 6-15 tahun.

"Kami telah melakukan pendataan dari 43 Puskesmas di Jember, dan ditemukan beberapa kasus tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menerangkan, telah mengambil langkah antisipastif agar penyebaran campak ini bisa ditekan, dengan menginstruksikan untuk memberikan asupan vitamin dan obat pendukung.

Baca Juga: Hibah 47 Hektar Aset Pemkab Jember ke Polda Jatim, Pansus DPRD Jember: Ini Peluang Pertumbuhan Ekonomi

"Tim medis sudah bekerja untuk memberikan sejumlah obat kepada pasien, untuk mempercepat proses penyembuha," imbuhnya.

Dengan adanya banyak kasus yang terjadi, Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemilogi (PE) dari suspek yang terjangkit, untuk selanjutnya diteliti di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) di Surabaya.

"Ini kami lakukan penelusuran bahwa individu yang terjangkit, sudah melakukan kontak dengan siapa saja. Sebab, penyebarannya bisa sangat cepat dan ini langkah kami dalam menekannya," paparnya.

Baca Juga: Terbanyak di Jatim, Pemkab Jember Usulkan 3378 non-ASN Jadi PPPK Paruh Waktu

dr Rita menegaskan, telah melakukan survei cepat komunitas (SCK) untuk mendukung percepatan imunisasi tanggap wabah atau Outbreak Response Immunization (ORI).

"Dalam menghadapi penyakit campak ini, kami juga meminta agar orang tua yang memiliki anak usia sekolah dan balita untuk segera imunisasi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X