SketsaNusantara.id - Beredarnya kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memanggil TikTok dan Meta untuk membahas dugaan konten provokatif yang dianggap memicu aksi demonstrasi di DPR belakangan ini menuai perhatian publik.
Langkah tersebut justru memancing kritik tajam dari sosok konten kreator misterius, Balqis Humaira, yang dikenal kerap melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan pemerintah serta membongkar berbagai persoalan publik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan terbarunya di Instagram @balqishumaira77, ia menyoroti sikap Komdigi yang dianggap salah arah.
Baca Juga: Isu Pembatasan WhatsApp Call Bikin Resah, KOMDIGI Beri Klarifikasi Lengkap
“Gue tuh makin heran sama Komdigi. Serius ya, tiap kali ada kritik rame di sosmed, mereka langsung sok jago mau manggil TikTok, mau manggil Meta, seolah-olah itu sumber masalah bangsa. Lah, buset, yang bikin rakyat turun demo itu bukan video doang. Itu akumulasi kemarahan bertahun-tahun gara-gara lo pada gak becus. Tapi biar keliatan kerja, lo malah nyalahin medsos. Klise banget!” tulis Balqis memulai kritiknya.
Balqis menilai bahwa persoalan utama yang semestinya diselesaikan pemerintah adalah maraknya judol yang sudah menggerogoti banyak aspek kehidupan masyarakat.
Baca Juga: 7 PSE Dilaporkan Belum Penuhi Kewajiban Pendaftaran, Komdigi Ungkap Telah Beri Surat Peringatan
“Masalah sebenarnya kan jelas di depan mata: judol merajalela. Ini penyakit digital paling parah sekarang. Anak-anak kena, orang tua bangkrut, keluarga bubar. Udah banyak yang bunuh diri gara-gara kejerat judol. Tapi apa yang lo lakuin? Nih, gue kasih fakta pahit: pegawai Komdigi sendiri ketangkep gara-gara ‘membina’ situs judol biar gak keblokir. Bukan cuma satu, 11 orang sekalian!” tulis Balqis.
Ungkapan tersebut semakin menegaskan bahwa isu judol sudah menjadi persoalan serius, bukan sekadar fenomena digital belaka.
“Jadi pertanyaan gue simpel: lo ini musuh judol apa malah jadi kantornya mafia slot?” tanya Balqis dikutip dalam unggahannya.
Komdigi kerap mengumumkan keberhasilannya memblokir jutaan konten judol. Namun, menurut Balqis, hal itu hanyalah pencitraan semu.
“Kalian bangga banget ngumumin: ‘Kita udah blokir jutaan konten judol.’ Iya, blokir hari ini, besok nongol lagi seribu. Itu bukan kerja, itu ilusi kerja. Kayak nyapu pasir di pantai, ujung-ujungnya balik lagi. Kenapa bisa balik lagi? Karena akar masalahnya gak pernah lo sentuh. Duit gede ngalir ke kantong siapa aja, rakyat cuma jadi korban,” lanjut Balqis.
Balqis juga menyoroti sikap pemerintah yang dianggap lebih berani menghadapi rakyat dibandingkan menindak bandar besar.
Artikel Terkait
Jangan Salah Paham, Gratis Ongkir Masih Aman! Komdigi Jelaskan Aturan Baru Diskon Ongkos Kirim
Gratis Ongkir Dibatasi? 7 Poin Peraturan Menteri Komdigi tentang Layanan Pos Komersil yang Dikeluarkan Meutya Hafid
Ramai Berita Pembatasan Promo Gratis Ongkir yang Hanya 3 Hari, Komdigi Berikan Pernyataan ini
Komdigi Keluarkan Peringatan kepada PSE Lingkup Privat untuk Segera Lakukan Pendaftaran Maupun Pembaharuan Data