Minggu, 19 Juli 2026

Ramai Berita Pembatasan Promo Gratis Ongkir yang Hanya 3 Hari, Komdigi Berikan Pernyataan ini

Photo Author
Fita Tristiani, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Mei 2025 | 10:11 WIB
Komdigi berikan penjelasan terkait pembatasan promo gratis kirim. (Pexels/emirkhan bal)
Komdigi berikan penjelasan terkait pembatasan promo gratis kirim. (Pexels/emirkhan bal)

 

SketsaNusantara.id - Pada siaran pers yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital yang dirilis pada 17 Mei 2025 di Jakarta, perwakilan Komdigi memberikan pernyataan terkait berita yang tengah beredar.

Melalui Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin menjelaskan bahwa kementerian tidak membatasi promosi gratis kirim yang diberikan oleh platform melainkan perusahaan kurir.

Pihaknya mengungkapkan bahwa pembatasan tersebut bertujuan untuk menciptakan layanan pengiriman yang sehat.

Baca Juga: Gratis Ongkir Dibatasi? 7 Poin Peraturan Menteri Komdigi tentang Layanan Pos Komersil yang Dikeluarkan Meutya Hafid

Kementerian juga menyoroti terkait kesejahteraan kurir yang menurutnya menjadi taruhan akibat adanya diskon kirim yang membuat biaya pengiriman terus ditekan tanpa kendali.

“Kalau tarif terus ditekan tanpa kendali, maka kesejahteraan kurir yang jadi taruhannya,” ujar Edwin Hidayat Abdullah seperti yang dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Komdigi.

Sebelumnya ramai pemberitaan terkait Komdigi yang membatasi promo gratis kirim yang hanya tiga hari dalam sebulan.

Baca Juga: Jangan Salah Paham, Gratis Ongkir Masih Aman! Komdigi Jelaskan Aturan Baru Diskon Ongkos Kirim

Langkah yang diambil Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut lantas mendapat respon pro dan kontra dari masyarakat.

Terutama pada masyarakat yang banyak menggunakan layanan ini untuk berbelanja secara online.

Banyak masyarakat yang menilai jika keputusan Komdigi ini kurang tepat karena kurir dibayar berdasarkan barang yang dikirim.

Baca Juga: Geger Grup 'Fantasi Sedarah' di Facebook, Komdigi Temukan 30 Link Serupa dan Minta Meta Segera Take-down

Selain itu, masyarakat juga khawatir bahwa diberlakukannya kebijakan ini akan berdampak terhadap pedagang yang saat ini banyak berjualan secara online.

Terlebih dengan keadaan ekonomi yang saat ini dirasa sudah cukup sulit.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X