Orang yang benar-benar kaya raya memang pantas untuk memamerkan kemewahan, namun tidak untuk para pejabat yang digaji oleh rakyat.
“Biasanya orang yang mengoleksi kuda, kendaraan bermotor, mobil, dan sebagainya itu adalah mereka yang crazy rich yaitu sultan dan pangeran,” kata pria yang lahir di Manado ini.
Kekayaan Noel yang tidak seberapa sebenarnya tidak pantas untuk dipertontonkan di depan rakyat.
“Noel ini kan bukan orang yang kelebihan uang. Dia dengan kekuasaannya melakukan pemerasan serta pamer kehidupan mewahnya,” imbuhnya.
Menurut Rocky, memamerkan kemewahan di tengah kondisi ekonomi yang sedang carut-marut ini merupakan sebuah kedunguan.
“Jadi memamerkan kemewahan di tengah daya beli rakyat yang hanya jadi penonton kemewahan itu artinya kedunguan,” pungkasnya.
Apa yang telah dilakukan Noel saat ini merupakan sebuah penghinaan terhadap Pancasila terutama sila kedua dan kelima.
“Merampas hak orang lain untuk memenuhi kebutuhan memamerkan kemewahan itu artinya menghina keadilan sosial, menghina kemanusiaan yang adil dan beradab,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kisruh LPG 3 KG, Bahlil Dituntut Mundur karena Dinilai Memusingkan Presiden, Rocky Gerung: Kabinet yang Absurd!
Bahlil Disebut Membuat Kebijakan Dungu yang Berdampak pada Penderitaan Rakyat akibat LPG 3 KG Langka, Rocky Gerung: Dia Salah
Rocky Gerung Sindir DPR: Dari Pembuat Aturan Kini Jadi Penguasa Pejabat Publik
Beda dari Rezim Jokowi, Prabowo Bakal Bebaskan Penghina Pejabat Negara, Rocky Gerung: Selamat Datang Demokrasi
Sinyal Revisi UU ITE di Era Prabowo, Rocky Gerung: HAM Harus Jadi Paradigma dalam Kebijakan Presiden