Minggu, 19 Juli 2026

Bebas Bersyarat Berkat Status Motivator, Setya Novanto Dapat Sindiran Balqis Humaira: Motivator Buat Siapa?

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Potret Balqis Humaira dengan unggahan menggunakan wajah hasil Artificial Intelligence (AI) menggunakan baju One Piece. (Instagram/balqishumaira77)
Potret Balqis Humaira dengan unggahan menggunakan wajah hasil Artificial Intelligence (AI) menggunakan baju One Piece. (Instagram/balqishumaira77)

 

SketsaNusantara.id – Sosok misterius bernama Balqis Humaira kembali mencuri perhatian publik.

Dengan identitas yang belum jelas dan wajah hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI), Balqis dikenal aktif melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan publik, terutama isu-isu penegakan hukum dan korupsi di Indonesia.

Setiap unggahannya selalu menyita atensi karena gaya bahasanya lugas, sarkastik, dan penuh sindiran tajam.

Baca Juga: Arti Batik Slobog yang Dikenakan Gustika Jusuf di HUT RI ke-80 Simbol Duka dan Kritik Pedas untuk Republik

Di tengah kabar bebas bersyaratnya mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Balqis lagi-lagi bersuara lantang. Melalui unggahan terbarunya, ia menyoroti status Setnov yang mendapat label motivator selama menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin.

Bagi Balqis, klaim tersebut tidak lebih dari ironi yang menunjukkan betapa rapuhnya integritas sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram pribadinya @balqishumaira77, Balqis menuliskan kritik yang langsung mengundang diskusi publik.

Baca Juga: Indra Bruggman Ungkap Kenapa Dirinya Terlihat Bule padahal Asli Orang Tasikmalaya, Ternyata Ini Penyebabnya…

“Katanya Setya Novanto aktif jadi motivator di Lapas Sukamiskin. Tapi mungkin harus kita bongkar: motivator buat siapa? Buat napi biasa? Ah, jangan bercanda. Apa napi maling motor butuh tips ‘cara selamat dari jerat hukum besar-besaran’?” tulisnya.

Ia kemudian melanjutkan kritik dengan menyebut kemungkinan status motivator itu justru diarahkan kepada sesama napi koruptor.

“Buat napi koruptor lain? Nah, ini baru masuk akal. Mereka butuh mentor, guru besar, yang bisa ngajarin: ‘Begini caranya tetep eksis walau statusnya terpidana’,” ungkap Balqis.

Tak berhenti di situ, Balqis menyoroti sisi politik dari kebebasan bersyarat Setnov. Menurutnya, sosok mantan Ketua DPR itu berpotensi menjadi simbol sekaligus penjaga rahasia besar dari kasus korupsi yang dilakukan secara kolektif.

Balqis Humaira menegaskan bahwa predikat motivator yang disematkan kepada Setya Novanto justru menyimpan pesan terselubung. Baginya, status itu bukan sekadar penghargaan di dalam penjara, melainkan sinyal yang bisa ditangkap oleh pejabat maupun partai politik di luar sana.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X