Kamis, 4 Juni 2026

Mahasiswa FIB Unej Gelar Nonton Bersama Lyora, Film Tentang Perjuangan Ibu Menanti Buah Hati

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:10 WIB
Para mahasiswa FIB Unej foto bersama usai menonton film Lyora.
Para mahasiswa FIB Unej foto bersama usai menonton film Lyora.

SketsaNusantara.id - Komunitas Bergembira Bersama menggelar "Layar Bersama" dengan menyaksikan film Lyora sebuah penantian buah hati di Kota Cinema Mall, Jember, Kamis malam, 14 Agustus 2025.

Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri peserta dari kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) termasuk mahasiswa baru 2025, berbagai komunitas, organisasi, dan masyarakat umum.

Di antara yang hadir seperti GP Ansor Jember, Fatayat NU Jember, Sekolah Perempuan Jember, Tanoker Ledokombo, Komunitas Perfilman Jember, Aksi Kamisan Jember, Jember Book Party, Kelompok Bermain Pandalungan Melawan, dan Komunitas Perupa Jember.lme.

Baca Juga: Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!

Film Lyora mengisahkan perjuangan Meutya Hafid (Marsha Timothy), seorang wanita karir yang berupaya mendapatkan keturunan di usia yang tak lagi muda bersama sang suami, Fajrie (Darius Sinathrya), melalui berbagai program kehamilan termasuk bayi tabung.

Dalam perjalanannya, keduanya menghadapi kegagalan, kehilangan, dan ujian kesabaran, namun tak pernah menyerah pada harapan.

Film produksi Paragon Pictures ini disutradarai Prita Arianegara, ditulis oleh Titien Wattimena dan Priska Amalia, serta diproduseri Robert Ronny, Pandu Birantoro, dan Virgie Baker.

Baca Juga: Film Merah Putih One For All Batal Tayang di Cinepolis, Netizen: Animasi Terlalu Mentah untuk Layar Lebar

Film ini berhasil mengispirasi serta penuh sarat emosi tentang keteguhan dan kesetiaan dalam memperjuangkan mimpi menanti buah hati, yang kemudian hadir Lyona di tengah keluarga setelah melalui berbagai rintangan wujudkan penantian.

Koordinator acara Layar Bersama, Dewi Puji Lestari mengungkapkan, persiapan dimulai sejak tiga hari sebelum hari-H. Mulai dari menyusun rundown, mengurus perizinan pemutaran film, hingga memastikan koordinasi dengan pihak bioskop.

Sementara itu, sambung dia, persiapan teknis seperti pengecekan sound system, layar, pencahayaan, dan kursi penonton dilakukan di hari acara untuk memastikan kenyamanan penonton.

Baca Juga: Mampir di Jember! Festival Film Santri Gelar Nobar dan Sosialisasi Bareng Para Santri di Sinema Kelontong Sudut Kalisat

“Kami memilih Lyora karena film ini punya pesan universal tentang perjuangan, kesabaran, dan cinta yang relevan untuk semua kalangan. Kami ingin penonton bukan hanya terhibur, tapi juga pulang membawa renungan dan semangat baru,” jelasnya.

Perwakilan GP Ansor Jember, Abu Yazid Al-Bustomi turut memeriahkan Layar Gembira dan menyampaikan dalam sambutannya bahwa segala sesuatu harus dijalani bersama dengan penuh ikhlas, sabar dan saling menguatkan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X